RANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA GRAFIS
(BAGAN DAN GRAFIK)
I. PENDAHULUAN
Salah
satu komponen interaksi edukatif adalah media belajar. Media belajar dapat menunjang
untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar, proses komunikasi dan
interaksi harus terjadi secara efektif, oleh karena itu perlu diupayakan adanya
suatu pembelajaran yang mampu menghubungkan antara komponen kegiatan belajar
mengajar. Sejalan dengan pernyataan tersebut, menyatakan: “Media belajar
sebagai alat, metoda dan teknik yang dapat digunakan dalam rangka memberi lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pengajaran disekolah”.
Kehadiran
media pembelajaran sebagai media antara guru sebagai pengirim informasi dan
penerima informasi harus komunikatif. Masing-masing media mempunyai
keistimewaan menurut karakteristik siswa. Pemilihan media yang sesuai dengan
karakteristik siswa akan lebih membantu keberhasilan pengajar dalam proses
pembelajaran. Secara rinci fungsi media memungkinkan siswa menyaksikan obyek
yang ada tetapi sulit untuk dilihat dengan kasat mata melalui perantara gambar,
potret, slide dan sejenisnya yang mengakibatkan siswa memperoleh gambaran yang
nyata.
Setiap
media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari
keunggulannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami
karakteristik media pembelajaran merupakan dasar yang harus dimiliki guru dalam
kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan
pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
II. PEMBAHASAN
A.
Bagan
Bagan
(chart) seringkali disebut dengan diagram merupakan suatu lambang untuk mengikhtisarkan,
membandingkan, dan mempertentangkan kenyataan[1].
Bagan merupakan media
yang berisi tentang gambar-gambar, keterangan, daftar-daftar, dan sebagainya.
Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagian secara jelas dan
sederhana, antara lain: perkembangan, perbandingan, dan struktur organisasi.[2]
Karakteristik yang ada
pada bagan adalah:[3]
1. Sederhana,mudah dilihat dan di baca.
2. Tidak terlalu banyak konsep di
dalamnya,tidak harus terlalu rinci, sehingga tidak banyak di gunakan kata-kata.
3. Warna-warna yang digunakan harus
menambah kejelasan.
Ada
beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menyusun bagan yang efektif,
sebagai yang diperjelaskan okeh Koentjaraningrat:[4]
Langkah
pertama, kita harus
selalu memperhatikan bahwa
messege atau materi yang akan disampaikan
melalui bagan itu menjadi
tujuan yang utama. Bentuk
dan warna tidak
boleh diutamakan apabila
ternyata akan mengurangi evektifitas
materi bagan.
Langkah kedua,
setelah
kita mengetahui persyaratan
yang perlu di perhatikan serta
kemungkinan-kemungkinan yang ada, selanjutnya
memilih bentuk penyajian grafis
yang mempergunakan unsur-unsur
seperti grafis,lajur,kotak,panah,lambang-lambang,lingkaran
dan peta. Kita
bias juga memilih
bentuk penyusunan berskala,
misalnya
skala waktu,jumlah, atau skala
logaritma.
Langkah rancangan,
dalam
hal ini kita
perlu mengecek ketelitian
bahan.Seringkali penyajian pesan (informasi) dalam bentuk grafis bias
menghilangkan beberapa detail tertentu namun pengurangan detail ini hendaknya tidak
menyebabkan perubahan sifat pesan, atau pemaksaan
ketelitian pesan. Pesan yang banyak mengandung angka dengan ketelitian
dan detail sangat tinggi, dapat disajikan dengan table saja, bagan
mungkin bukan bentuk yang tepat untuk
itu. Walaupun demikian,bagan dapat dipakai bila
kita hanya bermaksud
menyederhanakan atau menekankan suatu
sifat materi secara
visual.
Langkah
selanjutnya, jika kita hendak
mengajar sebaiknya segera memikirkan bentuk
serta proporsi bagan
yang tepat dengan
mengingat situasi dan vasilitas yang ada.
Selanjutnya kita tinjau
lebih mendalam beberapa bentuk bagan yang lazim digunakan:[5]
1.
Bagan Gambar Lambang (Piktograf)
Piktograf termasuk alat
komunikasi visual yang memenuhi syarat didaktis, karna piktograf secara
langsung berbicara kepada peserta didik secara visual, singkat dan
jelas.Piktograf sebagai pelengkap bahasa tertulis, sebuah pelengkap yang
bermaksud menyederhanakan cara mengkomunikasikan beberapa konsep.
Piktograf biasanya
berupa gambar lambang, yang mewakili suatu jumlah dari suatu sifat atau dari
suatu hal.
Dalam penerapannya ada beberapa
ketentuan yang patut diperhatikan:
a. Setiap kesatuan lambang piktograf perlu
dibuat seragam dengan yang lain, apabila dibutuhkan lebih dari satu buah.
b. Setiap kesatuan lambang mewakili suatu
nilai yang sama dan tetap.
c. Sehubungan dengan itu, sebaiknya suatu
jumlah yang besar tidak digambarkan dengan suatu gambar piktograf yang juga
lebih besar, tetapi dengan menggambarkan sejumlah lambang yang masing-masing
mmewakili suatu nilai tertentu, misalnya 30 lambang yang masing-mamsing
mewakili nilai 1000 untuk jumlah 30.000.
d. Bila diperlukan separo atau pecahan dari
suatu nilai, maka suatu lambang dapat digambarkan tidak lengkap (misalnya
separo dari lambang).
2013 




2014 





Keterangan:
2.
Bagan Arus
Bagan ini pada umumnya
berbentuk garis-garis dengan berpanah. Bagan arus biasanya diperlukan untuk
menggambarkan suatu proses yang sedang berlangsung, serta segala hal yang
berhubungan dengan gerak, misalnya aliran listrik, arah kekuatan uap, proses
suatu produksi dari bahan mentah dengan bahan campuran sampai hal jadinya, dan
lain-lain. Bagan arus dapat juga digambar dengan pertolongan lambang dan gambar
untuk menjadikannya lebih menarik dan lebih indah.
3.
Bagan Pohon
Bagan ini merupakan
kebalikan dari bagan arus. Sumbernya satu dan geraknya memencar, bercabang
bagai pohon yang mulai tumbuh dari satu batang, kemudian memencar menjadi
cabang-cabang dan dahan-dahan. Bagan ini pada untuk menggabarkan suatu
pertumbuhan, misalnya dari suatu usaha atau suatu organisasi, kemudiaan sering
digunakan untuk menggambarkan silsilah. Sedangkan bagan pohon paling terkenal
adalah bagan kekerabatan (krinship chart) dari para antropolog.
Bagan kekerabatan dari
para antropolog, kini sudah mencapai bentuk standar yang dipakai secara seragam
oleh semua para antropolog. Kerangka itu berupa bagan yang beranggapan
berdasarkan bahwa suatu sistem kekerabata itu harus dipandang sebagai suatu
sistem hubungan antar manusia, dengan mengambil seorang individu sebagai pusat
dengan para kerabatnya yang mengelilinginya.
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||
|
|
|
||||||||||
4.
Organigram
Organigram adalah
seperti bagan arus tetapi khusus dipakai untuk menggambarkan arah dari satu
komando, misalnya susunan dari suatu pemerintahan atau dari suatu organisasi
(lembaga). Organigram yang baik harus dapat menggambarkan kedudukan dan
hubungan antara bagian-bagian dan lembaga-lembaga dalam suatu organisasi dalam
hal wewenang dan tugasnya.
5.
Bagan Lingkaran
Bagan ini menggunakan
lingkaran sebagai alat geometris untuk menggambar suatu totalitas atau
keseluruhan. Lingkaran itu dapat dibagi kedalam sektor-sektor menurut ukuran
perbandingan yang amat tepat. Dalam hal menggambarkan lingkaran, ukuran dari
bagian-bagian harus dinyatakan dulu dalam bentuk presentase dalam membandingkan
keseluruhan.

6.
Bagan Peta
Bagan peta disebut juga
kartogram, sering digunakan untuk menggambarkan arah perpindahan bangsa-bangsa
di muka bumi, arah operasi kesatuan-kesatuan tentara dan lain-lain. Dalam
buku-buku sejarahnya misalnya, sering kita lihat peta-peta blanko dengan
panah-panah yang menggambarkan perpindahan bangsa-bangsa, migrasi manusia, dan
lain-lain.
Bagan peta tidak hanya
digunakan dalam ilmu sejarah, tetapi juga dalam ilmu-ilmu sosial lainnya.
Misalnya, bagan peta yang digunakan dalam ilmu demografi.
Manfaat dan kekurangan
penggunaan bagan dalam proses pembelajaran:[6]
a. Manfaat penggunaan bagan dalam proses
pembelajaran:
· Mudah dalam menggunakannya
· Dapat digunakan pada semua jenis dan
jenjang pendidikan.
· Menghemat waktu dan tenaga serta mampu
menarik perhatian siswa.
· Harga relative lebih terjangkau
dibandingkan dengan media yang lainnya.
· Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan
waktu.
b. Kekurangan penggunaan bagan dalam proses
pembelajaran:
· Terkadang bagan rumit dan berbelit-belit
sehingga menulitkan siswa.
· Penyampaian dengan bagan terkadang
kurang diminati siswa karena kurang menarik.
B.
Grafik
Grafik adalah gambar
sederhana yang menggunakan titik-titik, garis, atau gambar, sering kali
digunakan simbol-simbol verbal untuk melengkapinya. Grafik merupakan suatu
bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan perbedaan jumlah dari
data pada saat-saat yang berbeda.Grafik lebih banyak merupakan garis-garis
kurva. Dalam laporan ilmiah, biasanya banyak menggunakan grafik, atau secara
khusus grafik garis.[7]
Grafik adalah alat
bantu pembelajaran yang efektif untuk membuat perbandingan dan pembedaan.
Penggunaan perbandingan secara visual untuk ide yang abstrak akan membantu
klasifikasi dan ingatan.[8]
Langkah-langkah umum
dalam membuat grafik:
a)
Sumbu
absis dan ordinat.
b)
Perbandingan
x dan y.
c)
Pemberian
nama pada sumbu.
d) Pemberian nama pada grafik.
Dalam grafik terdapat beberapa bentuk
mengenai grafik:[9]
1.
Sistem Koordinat dan Grafik Kurva
Gambar grafik pada
hakikatnya menerapkan sistem koordinat tegak lurus yang menjadi kerangka grafik
dengan menggunakan garis horizontal, garis absis sebagai sumbu X, dan garis
tegak vertikal, garis ordinat, sebagai sumbu Y. Beberapa yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan sebuah grafik kurva:
a. Judul garfik harus singkat, padat,
tetapi jelas, biasanya diletakkan diatas.
b. Keterangan untuk arti dari angka-angka
atau nilai-nilai pada sumbu Y, dimulai dari titik pangkal koordinat (0) untuk
dibaca dari bawah keatas.
c. Jangka waktu digambar pada sumbu X,
dimulai dari titik pangkal koordinat (0) untuk dibaca dari kiri ke kanan.
d. Garis nol biasanya digambar lebih tebal
dari garis-garis lain.
III IV
Y
2.
Grafik Tangga
Adakalanya garis dalam
grafik tidak digambar sebagai garis kurva, tetapi sebagai garis terputus-putus,
sehingga tampak seperti anak tangga. Grafik tangga semacam ini sering dipakai
untuk menonjolkan perbadaan antara periode-periode tertentu dalam perkembangan
nilai atau jumlah dari data yang bersangkutan.
3.
Grafik dengan Indeks
Grafik yang memakai
indeks adalah grafik yang menunjukkan hubungan dalam perkembangan data daalam
jangka waktu tertentu, tetapi dimulai pada suatu tahun dasar yang tertentu.
4.
Grafik Semi-Logaritma
Grafik semi-logaritma
berdasarkan suatu kerangka, dengan sumbu Y yang tidak dibagi-bagi menurut skala
logaritma dengan beberapa rangkaian nilai logaritma dari 1 sampai10. Lembaran
kertas yang diberi garisg-garis horizontal yang telah disusun menurut skala
logaritma, sekarang sudah dapat dibeli atau dipesan secara komersial ditoko
alat tulis.
5.
Grafik Batang atau Histogram
Grafik ini disebut juga
berdiagram adalah grafik yang berbentuk segi empat, mudah dibuat dan bentuknya
sederhana.

Manfaat
dan kekurangan penggunaan grafik dalam proses pembelajaran:[10]
a. Manfaat penggunaan grafik dalam proses
pembelajaran:
· Grafik bermanfaat untuk mempelajari dan
mengingat data-data kuantitatif.
·
Penyajian data grafik jelas, cepat, menarik, ringkas,
dan logis.
b.
Kekurangan penggunaan grafik dalam proses
pembelajaran:
·
Biasanya kurang jelas sehingga harus dengan penjelasan
tambahan.
·
Grafik kadang susah dibaca karena warna yang digunakan
senada sehingga kurang harmonis.
·
Membutuhkan
keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
III. Kesimpulan
A.
Bagan
Bagan
(chart) seringkali disebut dengan diagram merupakan suatu lambang untuk
mengikhtisarkan, membandingkan, dan mempertentangkan kenyataan.
Bagan merupakan media
yang berisi tentang gambar-gambar, keterangan, daftar-daftar, dan sebagainya.
Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagian secara jelas dan
sederhana, antara lain: perkembangan, perbandingan, dan struktur organisasi.
Beberapa bentuk bagan yang lazim
digunakan:
1. Bagan Garis Lambang (piktograf).
2. Bagan Arus.
3. Bagan Pohon.
4. Ornigram.
5. Bagan Lingkaran.
6. Bagan Peta.
Karakteristik yang ada
pada bagan adalah:
1. Sederhana,mudah dilihat dan di baca.
2. Tidak terlalu banyak konsep di
dalamnya,tidak harus terlalu rinci, sehingga tidak banyak di gunakan kata-kata.
3. Warna-warna yang digunakan harus
menambah kejelasan.
Manfaat dan kekurangan penggunaan bagan
daalam proses pembelajaran:
a. Manfaat penggunaan bagan dalam proses
pembelajaran:
· Mudah dalam menggunakannya
· Dapat digunakan pada semua jenis dan
jenjang pendidikan.
· Menghemat waktu dan tenaga serta mampu
menarik perhatian siswa.
· Harga relative lebih terjangkau
dibandingkan dengan media yang lainnya.
· Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan
waktu.
b. Kekurangan penggunaan bagan dalam proses
pembelajaran:
· Terkadang bagan rumit dan berbelit-belit
sehingga menulitkan siswa.
· Penyampaian dengan bagan terkadang
kurang diminati siswa karena kurang menarik.
B.
Grafik
Grafik adalah gambar
sederhana yang menggunakan titik-titik, garis, atau gambar, sering kali
digunakan simbol-simbol verbal untuk melengkapinya. Grafik merupakan suatu
bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan perbedaan jumlah dari
data pada saat-saat yang berbeda.Grafik lebih banyak merupakan garis-garis
kurva. Dalam laporan ilmiah, biasanya banyak menggunakan grafik, atau secara
khusus grafik garis.
Beberapa bentuk grafik yang lazim
digunakan:
1. Grafik Koordinat dan Grafik Kurva.
2. Grafik Tangga.
3. Grafik dengan Indeks.
4. Grafik Semi-Logaritma.
5. Grafik Baatang aatau Histogram.
Manfaat
dan kekurangan penggunaan grafik dalam proses pembelajaran:
a. Manfaat penggunaan grafik dalam proses
pembelajaran:
·
Grafik
bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif.
·
Penyajian data grafik jelas, cepat, menarik, ringkas,
dan logis.
b.
Kekurangan penggunaan grafik dalam proses
pembelajaran:
·
Biasanya kurang jelas sehingga harus dengan penjelasan
tambahan.
·
Grafik kadang susah dibaca karena warna yang digunakan
senada sehingga kurang harmonis.
·
Membutuhkan
keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
IV. PENUTUP
Alhamdulillah
penyusunan makalah media pembelajaran
ini telah selesai dengan tepat waktu. Dalam penyusunan makalah ini kami
menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya tidak seberapa yang
masih perlu belajar dalam penulisan makalah, bahwa makalah inii masih jauh dari
kesempurnaan.
Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang posistif demi terciptanya makalah
yang lebih baik lagi untuk kedepannya.
Besar harapan,
mudah-mudahan makalah yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita yang
membaca daan mempelajarinya.
V. DAFTAR
PUSTAKA
Rohani , Ahmad. 2014, Media Instruksional Edukaatif, Rineka
Cipta, Jakarta.
Suryani, Nunuk. 2002, Strategi Belajar Mengajar, Ombak,
Yogyakarta.
Kustandi, Cecep. Dan Sutjippto, Bambang.
2011, Media Pembelajaran, Ghalia
Indonesia, Bogor.
Pembanding:
Cara
menggunakan bagan:
1. Kesesuaian materi.
2. Kesesuaian peserta didik.
3. Menarik dengan adanya warna-warna.
4. Informasi memiliki bacaan tinggi.
5. Siapkan ruang kelas.
Ada
3 jenis diagram:
1. Garis: melukiskan dua ringkasan data.
2. Batang: untuk membandingkan dari waktu
ke waktu.
3. Lingkaran: untuk menjabarkan pecahan
angka.
Di
dalam menyajikan materi dalam media grafis (bagan dan grafik) hendaknya:
1. Memberi judul yang jelas.
2. Menyajikan satu ide.
3. Terdapat jarak pada tiap-tiap
perbandingan.
4. Memberi warna agar lebih terihat
perbedaannya.
Pembahas
1. Apa yang dimaksud didaktis itu?
2. Apa keistimewaan bagan lingkaran
dibandingkan dengan bagan-bagan yang lain?
3. Bagan peta sering digunakan dalam ilmu
demografi. Lalu apa yang disebut dengan ilmu demografi?
Jawab:
1. Didaktis ialah bersifat mendidik, jadi
yang dimaksud dalam makalah ini ialah dalam menyajikan sebuah materi (berbentuk
bagan atau grafik) haruslah bersifat mendidik dan tidak menyimpang dari materi
yang diajarkan, karna pada dasarnya bagan atau grafik itu merupakan suatu
penyajian data dari masa kemasa oleh sebab itu data yanng disajikan haruslah
sesuai dengan data aslinya.
2. Bagan lingkaran itu dapat disajikan
kedalam sektor-sektor menurut pembandingan yang amat tepat, sektor bagian
tersebut dapat menonjolkan besar kecilnya bagian-bagian dalam banndingan dengan
keseluruhan.
3. Ilmu demografi ialah ilmu yang
mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi melliputi ukuran, struktur
dan distribusi penduduk , serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu
akibat kelahira, kematian, migrasi dan sebagainya.
[2] Cecep kustandi, dan Bambang Sutjipto, Media
Pembelajaran, PT Ghalia Indonesia, Bogor: 2011. hlm 48.
[3] Ahmad Rohani, Op.Cit, hlm 35.
[5] Ahmad Rohani, Op.Cit, hlm 43-56.
[7] Cecep kustandi, Op.Cit, hlm. 48-49.
[8] Nunuk Suryani, Strategi Belajar Mengajar, PT Ombak,
Yogyakarta: 2002. hlm. 144.
[9]Ahmad Rohani,Op.Cit, hlm 62-73.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar