I . PENDAHULUAN
Pada era Globalisasi sekarang ini
perkembangan teknologi semakin modern dan canggih. Kemajuan teknologi yang
semakin canggih ini, sangatlah berperan aktif dan penting dalam segala bidang.
Media sangat mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran sehingga
metode pembelajaran lebih efektif dan meningkatkan potensi guru dalam mengajar
dan siswa lebih dapat berinteraksi dengn lingkungan belajarnya.
Media pembelajaran merupakan alat
bantu dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti grafis dengan kemajuan
Teknologi, Ragam, Jenis. Media pun cukup banyak sehingga dapat di manfaatkan
sesuai dengan kondisi, waktu, keuangan maupun materi yang akan di sampaikan. Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta,
ide, atau gagasan melalui penyajian kata,kalimat, angka-angka, diagram dan
symbol,atau gambar. Sebelum memilih media yang baik untuk pembelajaran
sebaiknya hal yang dilakukan adalah merancang pengembangan media grafis agar
pembelajaran lebih efektif dan siswa dapat cepat menertima materi yang akan
disampaikan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang rancangan pengembangan
media grafis (Diagram dan Gambar).
II. RUMUSAN MASALAH
A.
Apa pengertian pengembangan media grafis
(diagram dan gambar)?
B.
Bagaimana langkah- langkah rancangan pengembangan
media grafis (diagram dan gambar)?
C.
Apa pengertian dan jenis-jenis dari diagram?
D.
Apa pengertian dan jenis-jenis gambar atau
foto?
E.
Apa manfaat dan kelebihan serta kelemahan
media grafis?
III.
PEMBAHASAN
A. Pengertian rancangan pengembangan media grafis (Diagram dan Gambar)
Media merupakan alat yang
menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan pembelajaran. Grafis merupakan
media visual yang menyajikan fakta-fakta. Jadi rancangan pengembangan media
grafis (Diagram dan Gambar) adalah sesuatu yang dirancang sebagai alat untuk
menyampaikan pesan atau materi pembelajaran secara visual yang menyajikan
fakta-fakta. Jika berupa simbol-simbol dan garis-garis maka disebut (Diagaram),
dan menyampaikan pesan dengan indera penglihatan yang disebut Gambar. [1]
Keberhasilan
penggunaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektivitas
bahan-bahan visual dan grafik itu. Hal ini hanya dapat dicapai untuk mengatur
dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbul, merencanakannya dengan
seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi obyek, konsep,
informasi, atau situasi. Meskipun perancang media pengajaran bukan seorang
pelukis dengan latar belakang profesional, ia sebaiknya mengetahui beberapa
prinsip dasar dan penuntun
dalam rangka memenuhi kebutuhan penggunaan media berbasis visual.[2]
Jika
mengamati bahan-bahan grafis, gambar, dan lain-lain yang ada di sekitar kita,
seperti majalah, iklan-iklan papan informasi, kita akan menemukan banyak
gagasan untuk merancang bahan visual yang dapat dimengerti, terang/dapat
dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga ia mampu menyampaikan pesan yang
diinginkan oleh penggunannya.
Dalam
proses penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara
lain:
1.
Kesederhanaan
Secara umum kesederhanaan itu mengacu kepada jumlah elemen
yang terkandung dalam suatu visual. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan
siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Teks yang
menyertai bahan visual harus dibatasi (misalnya antara 15-20 kata). Kata- kata
harus memakai huruf sederhana dengan gaya huruf yang mudah terbaca dan tidak
terlalu beragam dalam satu tampilan ataupun serangkaian tampilan visual serta kalimat
nya juga harus ringkas tetapi padat, dan dapat dimengerti.
2.
Keterpaduan
Keterpaduan mengacu kepada hubungan yang terdapat antar
elemen-elemen visual yang ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama.
3.
Penekanan
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin,
seringkali konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu
unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran,
hubungan-hubungan, perspektif, warna, atau ruang penekanan dapat diberikan
kepada unsur terpenting.
4.
Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang
penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya
simetris. Keseimbangan yang keseluruhannya simetris disebut keseimbangan
formal. Keseimbangan seperti ini menampakkan dua bayangan visual yang sama dan
sebangun. Oleh karena itu keseimbangan formal tampak statis. Sebaliknya
keseimbangan informal tidak keseluruhannya simetris, memberikan kesan dinamis
dan dapat menarik perhatian. Pengembangan visual informal memerlukan daya
imajinasi yang lebih tinggi dan keinginan bereksperimen dari perancang visual.
5.
Bentuk
Bentuk yang aneh dan asing bagi siswa dapat membangkitkan
minat dan perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual
dalam penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
6.
Garis
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga
dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
7.
Tekstur
unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus.
Tekstur dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
8.
Warna
Warna merupakan unsur visual yang penting, tetapi harus
digunakan dengan hati-hati untuk memperoleh dampak yang baik. Warna digunakan
untuk memberikan kesan pemisah atau penekanan, atau untuk membangun
keterpaduan. Disamping itu, warna dapat mempertinggi tingkat realisme obyek
atau situasi yang digambarkan, menunjukan persamaan dan perbedaan juga
menciptakan respon emosional tertentu. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan
ketika menggunakan warna:
a.
Pemilihan warna khusus
(merah, kuning, hijau dan sebagainya).
b.
Nilai warna (tingkat
ketebalan dan ketipisan warna itu dibandingkan dengan unsur lain dalam visual
tersebut).
c.
Intensitas atau kekuatan
warna itu untuk memberikan dampak yang diinginkan.
B.
Alat dan bahan media diagram dan gambar
Sebagai sarana belajar menggambar,
alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya.Peserta didik bisa
menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan
krayon.Setiap alat dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda.Beberapa
macam alat dan media gambar sebagai berikut.
a.
Pensil
Pensil dibedakan menjadi dua
jenis.Pertama, jenis pensil dengan tanda “H” memiliki tingkat kehitaman yang tipis.Kedua, jenis pensil dengan tanda “B”
memiliki tingkat kehitaman yang tebal.Setiap jenis pensil memiliki nomor
tertentu yang menandakan tingkat ketebalan.Makin besar nomor pensil makin tipis
atau tebal kehitamannya.
b.
Pensil Warna
Pensil warna memiliki variasi warna
yang cukup banyak.Pensil warna dapat menghasilkan warna yang lembut. Peserta
didik bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi,
yaitu pemberian warna dari arah yang gelap berlanjut ke arah yang lebih terang
atau sebaliknya.
c.
Crayon
Bentuk krayon ada dua jenis yaitu
dalam bentuk pensil dan batangan.Kedua jenis bentuk krayon ada yang berbahan
lunak dan keras.Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak
sehingga dapat dibaurkan dengan menggunakan tangan.Kesan warna yang dihasilkan
dari kedua jenis krayon ini dapat menimbulkan kesan lembut maupun cerah.
d.
Bolpoin
Selain digunakan untuk menulis
bolpoin juga dapat digunakan untuk menggambar.Gambar yang dihasilkan memiliki
karakter yang kuat dan umumnya berupa arsiran.
e. Kertas Gambar
Menggambar
sebenarnya tidak membutuhkan kertas khusus.Pada umumnya, kertas yang digunakan
berwarna putih meskipun ada juga yang menggunakan kertas berwarna cokelat dan
hitam.Kertas gambar juga memiliki tekstur yang berbeda.Ada kertas yang
bertekstur halus dan kasar.Selain menggunakan kertas, menggambar juga dapat
dilakukan dengan bahan tekstil seperti kain sutra, kain blacu, dan kain mori.
C.
Langkah –langkah rancangan pengembangan media grafis (diagram
dan gambar)
1.
Perencanaan
awal.
2.
Menyiapkan
media grafis yang akan dikembangkan (gambar dan diagram).
3.
Mendesain
dan menyusun media-media tersebut.
4.
Memvalidasi
hasil pengembangan media tersebut.
D. Pengertian
dan Jenis-jenis Diagram
1.
Pengertian
Diagram
Diagram
adalah Gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol yang strukturnya
dari objeknya. Diagram dipergunakan untuk menyederhanakan sesuatu yang
kompleks, sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.[3]
2. Jenis-Jenis Media Diagram
a. Diagram lingkaran
Diagram
lingkaran juga dikenal dengan sebutan grafik pie. Grafik itu merupakan sangat
mudah dibaca dan diinterpretasikan. Lingkaran yang digunakan untuk
menggambarkan grafik ini dibagi dalam beberapa porsi atau segmen. Tiap segmen
menggambarkan bagian atau persentase dari keseluruhan. Gabungan dari
segmen-segmen dalam lingkaran tersebut bernilai 100%, dan pemberian warna dapat
digunakan untuk menonjolkan dan membedakan segmen satu dengan yang lainnya.

b. Diagram batang
Diagram
batang umumnya digunakan untuk membandingkan objek yang sejenis yang diukur
dalam waktu yang berbeda atau membandingkan objek yang berbeda dalam waktu
sama.

c. Diagram garis
Diagram
garis merupakan diagram yang paling tepat dan paling sering digunakan untuk
melukiskan kecenderungan-kecenderungan atau membandingakan dan menghubungkan
dua kelompok data. Diagram garis didasarkan kepada dua skala pada sudut tegak
lurus. Setiap titik memiliki nilai pada skala vertical dan satu titik nilai
pada skala horizontal. Garis ditarik untuk menghubungkan titik-titik pertemuan
nilai. Diagram garis ini menunjukkan dua atau lebih kelompok data kuantitatif
yang berubah-ubah setiap waktu. Misalnya, menunjukkan hubungan tekanan dan
temperature jika volume gas dijaga agar tetap konstan.[4]

d. Diagram Kotak Garis adalah diagram
berbentuk kotak persegi panjang yang berekor ke kiri dan ke kanan

e. Diagram gambar
Diagram
gambar merupakan jenis grafik yang paling sederhana dan bentuk alternatif dari
diagram batang, dimana jumlah atau angka-angka yang ingin disampaikan
ditampilkan dalam bentuk gambar. Diagram gambar ini biasanya menarik bagi semua
tingkatan usia. Untuk dapat menggunakan diagram gambar sebagai media dalam
proses pembelajaran, perlu diperhatikan symbol gambar yang sederhana serta
mudah dipahami. Misalnya gambar orang dapat digunakan sebagai symbol untuk
menjelaskan jumlah penduduk.[5]

3.
Karakteristik
Media Diagram
a. Benar, rapi, dan disertai dengan
keterangannya harus jelas.
b. Cukup besar dan di tempatkan secara
strategis.
c. Penyusunannya di sesuaikan dengan pola
baca yang umum, dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.[6]
4.
Kelebihan dan Kelemahan Media Diagram
a. Kelebihannya antara lain:
1. Rapi, benar, jelas, dan diberi title.
2. Ditempatkan secara strategi.
3. Penyusunannya sesuai dengan pola dan
memperjelas arti.
b. Kelemahannya antara lain:
1. Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga
sulit untuk dimengerti.
2. Yang dapat membaca diagram adalah
orang-orang yang harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan.
E. Pengertian
dan Jenis-jenis Gambar atau Foto
1. Pengertian Gambar
Media
pembelajaran ini yang sering digunakan, dimengerti, dan dinikmati oleh semua
orang dimana-mana. Gambar berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar
yang menyangkut indera penglihatan.[7]
2. Jenis-Jenis Media Gambar
a. Foto Dokumentasi
Gambar yang mempunyai
nilai sejarah individu maupun masyarakat.

b. Foto Aktual
Gambar yang menjelaskan
sesuatu kejadian yang meliputi beberapa aspek kehidupan.

c. Foto Pemandangan
Gambar yang melukiskan
suatu daerah.

d.
Foto
Iklan atau Reklame
Gambar
yang digunakan untuk mempengaruhi orang atau konsumen.

e.
Foto
Simbol

3.
Karakteristik
Media Gambar
a.
Keaslian
Gambar, sumber yang digunakan hendaklah menunjukan keaslian gambar sesuai
situasi dan keadaan.
b.
Gambar
harus cukup populer, dimana gambar itu cukup di kenali secara sebagian atau
keseluruhan.
c.
Gambar
harus membawa pesan yang positif untuk tujuan pengajaran.
d.
Kesederhanaan
dalam menentukan gambar akan menimbulkan kesan tertentu sehingga dapat menarik
perhatian yang melihatnya.[9]
4.
Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar
a.
Kelebihan
antara lain:
1)
Mudah
dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar.
2)
Murah
harganya dan tidak memerlukan peralatan khusus dalam penyampaiannya.
3)
Dapat
memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja, baik untuk usia muda maupun
tua
b.
Kelemahan
antara lain:
1) Gambar atatu foto hanya menekankan persepsi indra mata.
2) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
3) Gambar atau foto dalah berdimensi dua, sehingga sukar
untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga.
F.
Manfaat, Kelebihan dan Kelemahan Media Grafis
1. Manfaat Media
Grafis
a. Menarik perhatian.
b. Memperjelas sajian
pelajaran.
c. Mengilustrasikan
suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui
penjelasan verbal.
d. Menyalurkan pesan
dari sumber ke penerima.
2.
Kelemahan dan Kelebihan Media
Grafis
a. Kelemahan:
membutuhkan ketrampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang
lebih kompleks dan penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
b. Kelebihan: dapat
mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan, dan
dapat dilengkapi dengan warna-warna yang lebih menarik perhatian siswa.[10]
IV. KESIMPULAN
Media merupakan alat yang menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan
pembelajaran. Grafis merupakan media visual yang menyajikan fakta-fakta. Jadi
rancangan pengembangan media grafis (Diagram dan Gambar) adalah sesuatu yang
dirancang sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau materi pembelajaran secara
visual yang menyajikan fakta-fakta. Jika berupa simbol-simbol dan garis-garis
maka disebut (Diagaram), dan menyampaikan pesan dengan indera penglihatan yang
disebut Gambar. Dalam proses penataan itu harus diperhatikan
prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain: Kesederhanaan, Keterpaduan, Penekanan, Keseimbangan, Bentuk, Garis, Tekstur, Warna.
Langkah
–langkah rancangan pengembangan media grafis (diagram dan gambar): perencanaan awal, menyiapkan media grafis
yang akan dikembangkan (gambar dan diagram),
mendesain dan menyusun media-media tersebut, memvalidasi hasil
pengembangan media tersebut.
Diagram adalah Gambar sederhana
yang menggunakan garis-garis dan simbol yang strukturnya dari objeknya. Diagram
dipergunakan untuk menyederhanakan sesuatu yang kompleks, sehingga dapat
memperjelas penyajian pesan. Jenis-jenis
media diagram: diagram lingkaran, diagram batang, diagram
garis, diagram
kotak garis, diagram gambar.
Media pembelajaran ini yang sering
digunakan, dimengerti, dan dinikmati oleh semua orang dimana-mana. Gambar
berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indera
penglihatan. Jenis-jenis
media gambar: foto
dokumentasi, foto actual, foto
pemandangan, foto iklan atau reklame, dan foto simbol.
Manfaat media grafis adalah menarik
perhatian, memperjelas sajian pelajaran, mengilustrasikan
suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui
penjelasan verbal dan menyalurkan pesan dari
sumber ke penerima.
Kelemahan media grafis adalah membutuhkan ketrampilan khusus dalam pembuatannya, terutama
untuk grafis yang lebih kompleks dan penyajian pesan hanya berupa unsur visual. Sedangkah kelebihannya adalah mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan
yang disajikan dan dapat dilengkapi dengan warna-warna yang lebih menarik
perhatian siswa.
V. PENUTUP
Demikian makalah yang kami
sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi pembaca. Kiranya
pembaca memberikan kritik dan saran untuk memperbaiki makalah kami yang masih
banyak kekurangan jauh dari kesempurnaan, karena kami mengerti kesempurnaan
hanyalah milik Allah SWT. Kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Asyar Arsyad,2003. Media Pembelajaran.Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Kustandi, Cecep dkk.2013. Media
Pembelajaran Manual dan Digital.Bogor: Ghalia Indonesia.
Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo.2011.Teknologi
Komunikasi & Informasi Pembelajaran.Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011.
Asnawir
Usman Basyirudi.2012. Media Pembelajaran.Jakarta:
Ciputat Pers.
http://blog2.tp.ac.id/mashudulkhaq/2012/12/24/mata-kuliah-pengembangan-media-grafis/, diakses tanggal 17 november
2014, pukul 16:58 WIB.
[3] Cecep Kustandi dan
Bambang Sutjipto, Media
Pembelajaran Manual dan Digital, (Bogor:
Ghalia Indonesia, 2013), hlm.13
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta, PT Raja
Grafindo Persada, 2003), hlm.138
[5] Hamzah B. Uno
dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi
& Informasi Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), hlm.129-130
[7] Cecep Kustandi dan
Bambang Sutjipto, Media Pembelajaran Manual dan Digital, (Bogor:
Ghalia Indonesia,2013),hlm. 67
[10] http://blog2.tp.ac.id/mashudulkhaq/2012/12/24/mata-kuliah-pengembangan-media-grafis/, diakses
tanggal 17 november 2014, pukul 16:58 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar