LANDASAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
I.
PENDAHULUAN
Pembelajaran (intruction) adalah
suatu usaha atau kegiatan untuk Membelajarkan peserta didik. Kegiatan
pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan
proses mental dan fisik melalui interaksi antara peserta didik,peserta didik
dengan guru,lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian
kompetensi dasar. Pemperolehan pengetahuan dan ketrampilan, perubahan sikap dan
perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman yang berlandaskan
penggunaan media pembelajaran.
II.
PEMBAHASAN
A.
Bagaimana
landasan
penggunaan media pembelajaran
Menurut Bruner ada tiga utama modus belajar,
yaitu enactive (pengalaman langsung) iconic (pengalaman piktoral) gambar dan
synbilic (pengalaman abstrak. Tingkat pengalaman pemerolehan hasil belajar
seperti yang digambarkan oleh DALE sebagai suatu proses komunikasi materi yang
ingin di sampaikan dan di inginkan siswa dapat menguasainya disebut sebagai
pesan. Guru sebagai sumber pesan menuangkan pesan kedalam simbol-simbol
tertentu (encoding) dan siswa sebagai penerima menafsirkan simbol-simbol
tersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).
Uraian diatas memberikan petunjuk
bahwa agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya
diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berupaya untuk menampilkan
rangsangan (stimulus) yang dapat diproses
dengan berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk
menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut
dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa
diharapkan akan dapat menerima dan menyerap dengan mudah dan baik pesan-pesan
dalam materi yang disajikan.[1]
Landasan Media Pembelajaran
1.
Landasan
psikologi media pembelajaran
Landasan psikologi ialah alasan
atau rasional mengapa media pembelajaran dipergunakan ditinjau dari kondisi
pelajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi. Namun dapat dikatakan bahwa
belajar itu adalah kegiatan yang bertujuan dan di dalamnya terjadi perubahan
dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi lebih tahu, dari belum bisa
menjadi bisa, dan bisa menjadi terampil. Banyak faktor yang termasuk aspek
psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil
pembelajaransiswa. Namun, diantara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada
umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut[2]:
a.
Tingkat
kecerdasan siswa
b.
Sikap
siswa
c.
Bakat
siswa
d.
Minat
siswa
e.
Motivasi
siswa
Ciri
tingkah laku yang diperoleh dri hasil belajar adalah:
a.
Terbentuknya
tingkah laku baru berupa kemampuan actual dan potensial.
b.
Kemampuan
baru tersebut berlaku dalam waktu yang relative lama.
Studi yang mempelajari tingkah laku individu ada dalam bidang
psikologi. Oleh sebab itu, media pembelajaran sebagai upaya membantu siswa
dalam mencapai tujuan pembelajaran juga didasarkan
atas psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan
pemelihan media akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar isiwa. Oleh
sebab itu, pemakaian media dalam pendidikan sangat berkaitan dengan
perkembangan psikologi belajar peserta didik. Pada hakikatnya, tujuan
pendidikan termasuk pengajaran adalah diperolehnya perubahan tingkah laku
individu perubahan tingkah laku itu wujud dari hasil belajar.
2. Landasan
Teknologi Media Pembelajaran
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi
komunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk selanjutnya
berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat.
Dalam konteks pendidikan yang lebih umum ataupun hanya proses belajar
mengajar, teknologi pendidikan merupakan pengembangan penerapan,dan penilaian
sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
belajar manusia. Dengan demikian aspek-aspeknya meliputi pertimbangan teoritik
yang merupakan hasil penelitian, perangkat dan peralatan teknis atau hardware,
dan perangkat lunaknya atau software. Sasaran akhir teknologi pembelajaran
adalah memudahkan pebelajar untuk belajar. Media belajar sebagai bagian dari
teknologi pembelajaran memiliki manfaat yaitu :
a.
Meningkatkan
produktifitas pendidik
Mempercepat laju belajar siswa,
membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban
guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan
mengembangkan kegairahan belajar siswa.
b.
Memberikan
kemungkinan pembelajar yang sifatnya
lebih individual
Variasi dalam cara belajar siswa,
pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajar.
c.
Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap
pembelajaran.
Perencanaan progam pembelajaran lebih
sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang
karakteristik siswa, karakteristik bahan pembelajaran dan analisis.
d.
Lebih memantapkan pembelajaran.
Meningkatkan kapasitas manusia
menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, dimana informasi dan
data yang diterima lebih banyak, lebih legkap, dan akurat. Karena media mengatasi
jurang pemisah antara pebelajar dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan
manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi.
e.
Dengan media dapat membuat proses pembelajaran
menjadi lebih langsung atau seketika.
3.
Landasan Empiris Media Pembelajaran
Artinya bahwa pelajar akan mendapat
keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai
dengan karakternya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan
bila pembelajaran menggunakan media visual,seperti gambar, diagram, video, atau
film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka
belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru.
Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika
menggunakan media audio visual.
Temuan-temuan penelitian menunjukkan
bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik
belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan
mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media
yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
4.
Landasan Filosofis
Konsep pendidikan secara filosofis mirip dengan pendidikan klasikal, yaitu
bertumpu pada asumsi bahwa model pendidikan itu hendaknya merupakan suatu
bentuk atau contoh utama dari masyarakat yang lebih luas sebagai hasil karya
pendidikan. Dengan demikian, maka dalam konteks masyarakat yang lebih luas
titik berat penekananya ditujukan pada dimensi-dimensi,
kecenderungan-kecenderungan untuk timbulnya masyarakat teknologi.
Suatu pandangan beranggapan bahwa
penerapan media hasil teknologi baru di dalam pembelajaran akan terjadi
dehumanisai. Akan tetapi dengan adanya berbagai media pembelajaran justru
siswa mempunyai banyak pilihan untuk
menggunakan media yang sesuai dengan karakternya. Dengan demikian penerapan teknologi tidak
berarti dehumanisasi.
5. Landasan religius
Menurut Drs Mahfudh Shalahudin dalam bukunya Media Pendidikan Islam
menyatakan ada beberapa dasar penggunaan media diantaranya adalah dasar
religius yang berkenaan dengan penggunaan media pembelajaran. Dalam masalah
penerapan media pendidikan agama, harus memperhatiakn jiwa keagamaan peserta
didik. Oleh karena faktor inilah yang justru menjadi sasaran media pendidikan
agama yang sangat prinsipil. Dengan tanpa memperhatikan serta memahami
perkembangan jiwa anak atau tingkat daya fikir anak. Sebagaimana firman allah
surat An-Nahl ayat 125:
“Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang
lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-NYA dan dialah yang
lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”[4]
Hikmah adalah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara
yang haq dan batil. Bermacam-macam orang mengartikan kata “hikmah” dalam arti
“bijaksana”. Adapun yang mengartikan hikmag dengan cara yang tepat dan efektif.
Dapat disimpulkan bahwa hikmah adalah cara yang bijaksana, tepat, efektif,
dan dapat diterima dengan akal. Oleh karena itu tugas pengamatan yang pertama
harus dilakukan oleh guru agama sebagai pendidik adalah pengamatan langsung
kepada perkembangan keagamaan anak didik. Sebab perkembangan sikap keagamaan
anak sangat erat hubungannya dengan sikap percaya kepada tuhan, yang telah
diberikan dilingkungan keluarga atau masyarakat, yang selanjutnya dapat dijadikan
bahan dasar pengertian dalam melaksanakan tugas sesuai dengan metode yang
dipakai dalam proses belajar mengajar.
III.
KESIMPULAN
Kegiatan
belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami
sendiri proses belajar, kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi
peserta didik jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa
aman bagi peserta didik. kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan
pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi
antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar
lainnya dalam rangka mencapai kompetensi
dasar.
IV.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami
sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kit semua. Kepada para pembaca, kritik dan
saran sangat kami perlukan untuk memperbaiki makalh kami yang sangat jauh dari
kesempurnaan. Amiin…..terima kasih
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Azhar,arsyad.
2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada
2.
Syah,muhibbin. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu
3.
Sudjana,nana dkk. 2001. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
4.
Departemen Agama
RI,Al-Quran dan terjemahannya. Semarang: PT. Karya Toha Putra
[1] Azhar Arsyad,Media
Pembelajaran,(Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,2003) hlm . 7-9
[2] Muhibbin Syah, Psikologi
Belajar,(Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu,1999) Cet.1,hlm 132
[3] Nana Sudjana-Ahmad Rivai,Teknologi
Pengajaran,(Bandung:Sinar Baru Algensindo,2001), cet 3, hal 36
[4] Departemen Agama RI,Al-Quran dan
terjemahannya,(Semarang: PT Karya Toha Putra,tt) hal 536
Tidak ada komentar:
Posting Komentar