I.
PENDAHULUAN
Pada hakikatnya proses kegiatan belajar mengajar adalah proses
komunikasi antara guru dengan murid atau dosen dengan mahasiswa. Kegiatan
belajar mengajar dikelas merupakan suatu
kegiatan dimana siswa atau penidik saling ertukar pikiran .dalam komunikiasi
sering terjadi salah paham ,salah satu usaha untuk mengatasi keadan demikian
adalah penggunaan media dalam
proses belajar mengajar.karena beraneka
ragamnya tersebut ,maka masing –masing media mempunyai karakteristik yang
berbeda –beda.untuk itu perlu memilihnya dengan cermat agar dapat digunakan
secara cepat
II.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian
pemilihan media?
2. Apa Kriteria pemilihan
media?
3. Bagaimana
Langkah-lagkah pemilihan media?
4. Apa saja Faktor-faktor
yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan media?
5. Apa saja model
perencanaan dalam pemilihan media?
III.
PEMBAHASAN
1. Pengertian Media
Pembelajaran
Kata media berasal dari
bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”,
“perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Gerlach & Ely
(1971) mengatakan bahwa media pabila dipahami secara garis besar adalah
manusia. Materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membangun kondisi
yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.
Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alay grafis, photografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun embali informasi visual atau verbal.[1]
2. Kriteria
Pemilihan media Pembelajaran
Seperti telah diuraikan di atas, kriteria pemilihan media bersumber dari
konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem pembelajaran secara
keseluruhan. Untuk itu ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam
memilih media :
- Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif.
- Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnya film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.
- Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya. Kriteria ini menuntun para guru atau instruktur untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru.
- Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Apapun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
- Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan seterusnya.
- Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.[2]
Menurut
Wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media
pembelajaran, yakni :
1)
Tujuan
Media yang
dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang
dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran
yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2)
Ketepatgunaan
Jika materi
yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar
seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah
aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat.
Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan
dan meningkatkan pencapain akademik.
3)
Keadaan siswa
Media akan
efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara
siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang
tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong
visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4)
Ketersediaan
Walaupun suatu
media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut
tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan
alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan
untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5)
Biaya
Biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan
hasil-hasil yang akan dicapai.
Dalam kaitannya
dengan pemilihan media pembelajaran yang sesuai dan tepat guna, kriteria yang
paling utama adalah media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau
kompetensi yang ingin dicapai. Sebagai contoh, bila tujuan atau kompetensi
peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat
untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi
bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Bila tujuan pembelajaran
bersifat motorik (gerak dan ativitas), maka media film dan video bisa
digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi
(komplementer).[3]
3.
Langkah-langkah pemilihan media Pembelajaran
Secara umum prosedur pemilihan media pembelajaran ada enam langkah, yaitu:
1. Menentukan apakah pesan yang akan disampaikan itu merupakan tujuan
pembelajaran atau hanya sekedar merupakan informasi atau hiburan.
2. Menetapkan apakah media itu di rancang untuk keperluan pembelajaran atau
instruksional atau alat bantu mengajar (peraga).
3. Menetapkan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan
digunakan strategi afektif, kognitif atau psikomotorik.
4. Menetukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi
yang di pilih dengan mempertimbangkan ketentuan atau criteria, kebijakan,
fasilitas, kemampuan produksi dan biaya.
5. Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih, bila perlu mengkaji
kembali alternatif-alternatif yang ada.
6. Perencanaan pengembangan dan produksi media tersebut.[4]
Prosedur pemilihan media sebagaimana yang
dikemukakan oleh Arif S Sadiman ada tiga model yang dapat dijadikan prosedur
dalam pemilihan media yang akan digunakan yaitu:
a. Model flowchart,
model ini menggunakan eliminasi dalam pengambilan
keputusan pemilihan.
b. Model matrix,
berupa penangguhan model pengambilan keputusan,
pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
c. Model chek list,
yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya
di pertimbangkan[5]
4.
Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan media
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan
media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
a)
Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang
meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu
yang tersedia (waktu mengajar dan pengembangan materi dan media), sumber-sumber
yang tersedia ( manusia dan material).
b)
Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran.
Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya
penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau
penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap katagori pembelajaran
itu menuntut perilaku yang berbeda-beda dan dengan demikian akan memerlukan
teknik dan media yang berbeda-beda pula.
c)
Hambatan dari sisi siwa dengan mempertimbangkan
kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan
komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
d) Pertimbangan
lainnya adalah tingkat kesenangan dan keefektivan biaya.
e)
Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
·
Kemampuan mengakomodasikan penyajian stiimulus
yang tepat (visual dan / atau audio).
·
Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang
tepat (tertulis, audio, dan / atau kegiatan fisik).
·
Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
·
Pemilihan media utama dan media skunder untuk
penyajian informasi dan stimulus.
f)
Media skunder harus mendapat perhatian karena
pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan
media yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan
berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.[6]
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan
prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan
penggunaan media adalah sebagai berikut:
1.
Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan
untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan
tugas dan latihan. Lagi pula pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan
dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat dengan
perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajarn
itu.
2.
Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan
yang berbeda-beda. Faktor seperti intelegensia, tinkat pendidikan,
kepribadiannya, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa
untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui media harus
berdasarkan tingkat pemahaman.
3.
Tujuan pembelajaran. Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan
mereka pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam
pembelajaran semakin besar. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana
yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.
4.
Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika
isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan
diorganisasikan ke dalam urutan yang bernakna. Siswa akan memahami dan
mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis disusun dan
diurut-urutkan secara teratur.
5.
Persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik
pelajaran dasar atau memiliki pengalaman yang diperlukan secara memadai yang
mungkin merupakan persyaratan untuk penggunaan media dengan sukses. Dengan kata
lain, ketika merancang materi pelajaran, perhatian harus ditujukan kepada sifat
dan tingkat pemahaman siswa.
6.
Emosi. Pembelajarn yang melibatkan emosi dan
perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media
pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional
seperti takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan.
7.
Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik,
seorang siswa harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan
kepadanya. Oleh karena itu belajar memerlukan kegiatan. Partisipasi aktif oleh
siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif. Dengan
partisipasi kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan
mengingat materi pelajaran itu.
8.
Penguatan (reinforcement). Pembelajran yang didorong oleh keberhasilan amat
bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif mempengaruhi
perilaku di masa-masa yang akan datang.
9.
Latihan dan pengulangan. Agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat
menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah
pengetahuan atau keterampilan itu sering diulang dan dilatih dalam berbagai
konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalm ingatan jangka panjang.
10. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah
meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapakan atau mentransfer hasil
belajar pada masalh atau situasi baru. Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman
sempurna belun dapat dikatakan dikuasai.[7]
Tambahan
dari pembanding
Pembanding
1
Prtimbangan
–pertimbangan yang dapat digunakan guru
mlakukan seleksi terhadap pemilihan media pembelajaran yaitu:
1.
Sesuaikan jenis media dengan materi kurikulum.
2.
Keterjangkauan dalam pembiayaan.
3.
Ketersediaan perangkat keras untuk pemanfatan
media pembelajaran.
4.
Ketersediaan media pembelajaran di pasaran.
5.
Kemudahan memanfaatkan media pembelajaran.
Pembanding
2
Sejumlah
pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran yang dapat di rumuskan dalam
kata ACTION yaitu:
(A)acces
kmudahan acces menjadi pertimbangan pertama dalam pemilihan media.(C) cost
biaya juga harus dipertimbangkan,banyak jenis media yang yang dapat menjadi
pilihan.(T)tecnology mungkin saja kita tertarik media tertentu.tetapi kiya
perhatikan apakah teknologi tersedia dan mudah menggunakanya.(I)interactivity
media yang baik adalah media yang dapat munculkan komonikasi dan
arah/interaktifitas.(O)organization pertimbangan ang juga penting adalah dukungan
organisasi misalnya apakah pimpinan sekolah mendukung bagaimana
pengorganisasian.
(N)novrlty
kebaruan dari media yang harus menjadipertimbangan.
5.
Model perencanaan dalam pemilihan media
Menurut, Henich dan
kawan-kawan (Arsyad Azhar, 2010:67) megajukan model perencanaan penggunaan
media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan
dariAnalyze learner characteristics, State objective, Select, or modify
media, Utilize, Require learner response, and Evaluate). Model
ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai
berikut:
(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok
sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota
organisasi pemuda, perusahan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan
sosial ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi
antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.
(S) Menyatakan atau merumuskan tujuan
pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan baru apa (pengetahuan,
keterampilan, atau sikap) yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah
proses belajar- mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media
dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.
(S) Memilih, memodifikasi, atau merancang
dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media
pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media
itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Di samping
itu perlu diperhatikan apakah materi dan media itu akan mampu membangkitkan
minat siswa, memiliki ketepatan informasi, memiliki kualitas yang baik,
memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi, telah terbukti
efektif-jika pernah diuji cobakan, dan menyiapaka petunjuk untuk berdiskusi
atau kegiatan follow-up. Apabila materi dan media yang ada tidak
cocok dengan tujuan atau tidak sesuai dengan sasaran partasipasi, materi dan
media itu dapat dimodifikasi. Jika tiak memungkinkan untu memodifikasi yang
telah tersedia, barulah memilih alternatif ketiga yaitu merancangdan
mengembangan materi dan media yang baru. Tentu saja kegiatan ini jauh lebih
mahal dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Namun demikian, kegiatan ini
memungkinkan untuk menyiapkan materi dan media yang tetap dan sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai.
(U) Mengunakan materi dan media. Setelah
memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa
banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Di samping praktik dan
latihan menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak
tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja peralatan, listrik,
layar, dan lain-lain harus dipersiapkan sebelum penyajian.
(R) Meminta tanggapan dari siswa. Guru
sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai
keefektivan proses belajar mengajar. Respons siswa dapat bermacam-macam,
seperti mengulaagi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman
informasi/pelajaran, atau menganalisa alternatif pemecahan masalah/ kasus.
Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.
(E) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama
evaluasi di sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai
tujuan pembelajaran, keefektivan media, pendekatan, dan guru sendiri.[8]
[1] Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2010), hlm 3
[2] Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2010), hlm 75
[3]http://nellywedya.wordpress.com/bahan-ajar/praktek-media-pembelajaran/kriteria-pemilihan-media-dalam-proses-pembelajaran, Diakses pada pukul 10:00 WIB,10-nov-2014
[4]Mukhtar, Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Cv.
Misaka Galiza, 2003), hlm. 119.
[5]Ahmad Rohani, Media Instruksional Edukatif, (Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1997), hlm. 34
[6]Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2010), hlm. 69.
[7]Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta:PT RajaGrafindo
Persada, 2010), hlm 72
[8] Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada, 2010), hlm. 68.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar