KARAKTERISTIK MEDIA AUDIO, OHP, FILM STRIP, SLIDE, FILM,VIDEO DAN TV
I. PENDAHULUAN
Media pembelajaran secara umum merupakan alat bantu proses belajar mengajar, yang digunakan guna meningkatkan kemampuan serta ketrampilan setiap peserta didik, sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar. Media yang digunakan dalam proses belajar dapat menggunakan media yang sederhana ataupun media yang cukup rumit dan canggih .
Kemajuan dan perkembangan teknologi di Indonesia saat ini makin lama makin berkembang, terlebih dengan adanya pergantian kurikulum 2013, yang menuntut setiap siswa agar mampu menguasai media-media penunjang proses kegiatan belajar mengajar, harapannya adalah setelah mereka memahami tentang perangkat media pembelajaran, maka proses belajar mengajarpun akan menjadi lebih efektif .
Adapun yang akan pemakalah bahas dalam makalah ini adalah mengenai karakterisik media audio, OHP, film strip, slide, film, video, dan TV. Media-media tersebut merupakan beberapa media pembelajaran yang dapat mendorong keberhasilan dalam proses belajar yang tujuannya untuk mencapai pembelajaran dengan baik di sekolah .
II. PEMBAHASAN
Jenis media yang dimanfaatkan dalam
proses pembelajaran cukup beragam, mulai dari media yang sederhana sampai media
yang cukup rumit dan canggih. Berikut ini akan di paparkan ragam media
pembelajaran selain media sederhana.
A.
MEDIA AUDIO
Media audio dan audio visual merupakan
bentuk media pengajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan
peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan
karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam
kembali. Di samping itu tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan
dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Audio dapat menampilkan pesan
yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa kemana-mana, dan karena
tape recorder dapat menggunakan baterai, maka ia dapat digunakan di lapangan
atau ditempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik. Kaset tape audio dapat
pula dimanfaatkan untuk pelajaran dan tugas di rumah. Ini dimungkinkan karena
hampir semua siswa memiliki mesin radio tape. [1]
Berbeda
dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang
akan disampaikan dituangkan kedalam
lambang-lambang auditif, baik verbal ( kedalam kata-kata/ bahasa lisan )
maupun nonverbal. Terdapat beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam
media audio, antara lain: radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam dan
laboratorium bahasa.[2]
Disamping
menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi
audio dapat digunakan untuk:
1. Mengembangkan
keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
2.
Mengatur dan
mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para
ahli yang berada jauh dari lokasi.
3. Menjadikan
model yang akan ditiru oleh siswa.
4. Menyiapkan
variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai
suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah.[3]
Radio
merupakan
suatu media yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan media yang lain, yaitu:
a. Harga
relatif murah
b. Sifatnya
mudah dipindahkan
c. Dapat
merangsang partisipasiaktif
d. Dapat
mengembangkan daya imajinasi anak
e. Dapat
memusatkan perhatian siswa.
Sedangkan kelemahan
yang dimiliki media audio, antara lain:
a.
Sifat komunikasinya
satu arah
b.
Biasanya siaran disentralisasikan,
sehingga guru tidak dapat mengontrol
c.
Penjadwalan dan siaran
sering menimbulkan permasalahan.[4]
Rekaman audio tape
adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu.
Rekaman dapat disiapkan untuk sekelompok siswa, dan sekarang ini sudah biasa rekaman
rekaman disiapkan untuk penggunaan perorangan. Sudjana dan Rivai (1991 : 130)
mengemukakan hubungan media audio dan pengembangan keterampilan, berkaitan dengan
aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan
media audio adalah sebagai berikut:
a) Pemusatan
perhatian dan mempertahankan perhatian. Misalnya, siswa mengidentifikasi kejadian
tertentu dari rekaman yang didengarnya.
b) Mengikuti
pengarahan. Misalnya, sambil mendengarkan pernyataan atau kalimat singkat,
siswa menandai salah satu pilihan pernyataan yang mengandung arti sama.
c) Melatih
daya analisis. Misalnya, siswa menentukan urut-urutan kejadian atau suatu peristiwa,
atau menentukan mana yang menjadi sebab dan mana yang menjadi akibat dari rekaman-rekaman
yang didengarnya.
d) Menentukan
arti dari konteks. Misalnya, siswa mendengarkan pernyataan yang belum lengkap
sambil berusaha menyempurnakannya dengan memilih kata yang disiapkan. Kata-kata
yang disiapkan itu berbunyi sangat mirip dan hanya dapat dibedakan apabila
sudah dalam konteks kalimat.
e) Memilah-milah
informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan. Misalnya,
rekaman yang diperdengarkan mengandung dua sisi informasi yang berbeda dan
siswa mengelompokkan informasi kedalam dua kelompok itu.
f) Merangkum,
mengemukakan kembali, atau mengingat informasi. Misalnya, setelah mendengarkan rekaman
suatu peristiwa cerita, siswa diminta untuk mengungkapkan kembali dengan kalimat-kalimat
mereka sendiri.[5]
B.
OHP
Proyektor transparansi (OHP)
merupakan
media proyeksi visual yang relative sederhana. Sebab hanya terdiri dari penggunaan
system optik (lensa), elektrik (kipas angin)
dan lampu proyektor. Fungsi proyektor untuk memproyeksi gambar pada transparan.
Slide adalah gambar (tulisan) pada transparan yang di proyeksikan, akan lebih menarik
jika dikombinasikan dengan tape-recorder.[6]
OHP adalah alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memproyeksikan
transparansi ke arah layar lewat atas atau samping kepala orang yang
menggunakannya.[7]
Karakteristik media OHP
Media
ini termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk di
proyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media transparan,
yang disebut overhead-projector.
Berikut
adalah beberapa kelebihan media OHP sebagai media pembelajaran.
a.
Praktis, karena kemungkinan
untuk semua ukuran kelas atau ruang.
b.
Dapat digunakan secara
berulang-ulang.
c.
Tidak diperlukan
operator pembantu khusus.
d.
Memperjelas pengetahuan
verbal secara visual.
e.
Dapat mengatasi keterbatasan
ruang.
Sedangkan kelemahan OHP sebagai media
pembelajaran adalah sebagai berikut :
a.
Menuntut
penataan ruang yang baik.
b.
Menuntut perhatian
untuk menghilangkan distorsi proyeksi.
c.
Membutuhkan anggaran
biaya yang tidak sedikit.
d.
Menuntut cara kerja
yang sistematis dan terarah.
Cara
mengoperasikan OHP transparansi adalah sebagai berikut :
1.
Tegangan listrik
harus disesuaikan dengan peralatannya
2.
Letak posisi
transparan harus benar ( dapat digeser )
3.
Tombol pengatur
fokus diatur sedemikian, sehingga gambar yang diproyeksikan bisa jelass dan
tajam bila dilihat pada layar ( jika tak tersedia layar dapat menggunakan
tembok atau whiteboard )
4.
Pakailah
transparan permanen khusus, bukan plastic biasa dan spidol khsus untuk
transparan.[8]
C. FILM
STRIP
Film strip atau film
rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya
hampir sama dengan media slide. Hanya film strip ini terdiri atas beberapa film
yang merupakan satu kesatuan (merupakan gelang, dimana antara ujung yang satu
dengan ujung yang lainnya bersatu). Jumlah frame atau gambar dari suatu film strip
ada yang berjumlah 50 buah dan ada pula yang berjumlah 75 buah dengan panjang
100 sampai dengan 130 cm. Kelebihan film strip dibanding film slide adalah
media film strip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga
frame-frame film strip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan. Akan
tetapi pengeditan dan perbaikan/ revisi film strip relatif agak sukar, karena
harus dilakukan di laboratorium khusus.[9]
Berdasarkan system (cara)
memproyeksikan gambar, maka proyektor film rangkai ini dapat di bedakan menjadi
tiga jenis. Jenis-jenis proyektor meliputi:
1.
Proyeksi
belakang layar
Proyektor jenis ini
dibuat untuk pemakaian individu. Hal itu karena bentuknya kecil dan konsumsi listriknya
pun sedikit.
2.
Proyeksi
depan layar
Ada beberapa model
proyektor film rangkai yang menggunakan system ini. Ada yang manual, yaitu
pergerakan mekanik untuk memajukan film rangkai, sepenuhnya dilakukan dengan
tangan, dan ada beberapa model dari proyektor system depan layar ini yang
pergerakan mekaniknya secara elektronik.
3.
Proyeksi
depan dan belakang layar
Kelebihan proyektor film
rangkai jenis ini dibanding dengan proyektor-proyektor film rangkai yang telah
dibicarakan didepan adalah dapat digunakan sebagai proyektor dengan system
proyeksi belakang layar dan depan layar.[10]
D.
SLIDE
Slide (film bingkai) adalah
suatu film transparansi yang berukran 35 mm dengan bingkai 2 × 2 inci. Bingkai tersebut
terbuat dari karton atau plastik. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor. Program visual dapat di
kombinasikan dengan suara yang di kenal dengan bingkai suara. Program kombinasi
film bingkai bersuara, pada umumnya berdurasi antara 10 sampai 30 menit dengan
jumlah gambar yang berfariasi dari 10 sampai 100 buah lebih.[11]
Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media
pendidikan diuraikan dibawah ini.
a.
Materi yang sama
dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.
b.
Perhatian anak-anak
dapat dipusatkan pada satu butir tertentu, sehingga dapat menghasilkan keseragaman
pengamatan.
c.
Fungsi berfikir
penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas.
d.
Film bingkai berada
di bawah kontrol guru.
e.
Film bingkai
baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu.
f.
Penyimpanannya film
bingkai sangat mudah (praktis).
g.
Film bingkai dapat
mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan indera.
h.
Program film
bingkai bersuara dapat menjadi yang sangat efektif bila di bandingkan dengan
media cetak yang berisi gambar yang sama.
i.
Program film
bingkai bersuara mudah direvisi/diperbaiki, baik visual maupun audionya.
Selain
kelebihan dan keuntungan tersebut diatas, film bingkai mempunyai keterbatasan
dan kelemahan yang perlu kita ketahui.
a.
Seri program
film bingkai yang terdiri dari gambar-gambar lepas merupakan kelebihan
sekaligus merupakan titik kelemahan. Karena lepas gambar-gambar tersebut dengan
mudah dapat hilang atau tertukar apabila penyimpanannya kurang baik.
b.
Media ini kurang
begitu efektif bila dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan pelajaran yang
bersifat gerakan.
c.
Bila tidak ada daylight screen, penggunaan program
slide suara memerlukan ruangan yang gelap. Bila ruang tak dapat digelapkan,
gambar yang diproyeksikan kurang jelas sehingga penyajian film bingkai kurang
memuaskan.
d.
Dibandingkan
dengan gambar, foto, bagan atau papan flanel pembuatan film bingkai jauh lebih
mahal biayanya.[12]
E. FILM
DAN VIDEO
Film atau gambar merupakan kumpulan gambar-gambar
dalam frame. Dalam media ini, frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara
mekanis, sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat
dan bergantian, sehingga memberikan visualisasi yang kontinyu. Sama halnya dengan
film, video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara
alamiah atau suara yang sesuai. Film dan video dapat menyajikan informasi,
memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan ketrampilan, menyingkat atau
memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap .[13]
Ada
beberapa jenis film yang bisa dijadikan media pembelajaran menurut insan cita (
2010 ) :
a. Film
dokumentasi (documenter)
Unsur-unsur yang
dibutuhkan dalam film documenter (dokumentasi)
1. Kita
harus mempunyai gambar yang baik yakni sebuah bukti visual yang mengajukan
pertanyaan tentang film dokumenter tersebut
2. Kkita
harus memiliki ide atau konsep yang mengekspresikan sudut pandang karya
documenter tersebut
3. Kita
harus memiliki sebuah struktur, yaitu progresi gambar dan suara secara teratur
yang akan menarik minat audien dan menghadirkan sudut pandang dari karya
documenter tersebut sebagai sebuah argument visual.
b. Docudrama
Film documenter yang
membutuhkan pengadegan dimana beberapa bagian film disutradarai (diatur)
terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail.
c. Documenter
perilaku
Documenter yang menjadi
perilaku manusia sebagai objeknya.
d. Documenter
emosi
Sementara documenter perilaku
mendorong kesuatu arah baru, beberapa praktisi documenter mulai mengeksplorasi
bentuk lain dari perilaku, yang disebut sebagai documenter emosi. Salah satu
contohnya karya allie lighate, dalam film dialogues with madwomen.[14]
Keuntungan film
dan video
1. Film
dan video dapat melengkapi pegalaman-pengalaman dasar siswa ketika mereka membaca,
berdiskusi, praktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar, dan bahkan
dapat menunjukkan objek secara normal yang tidak dapat dilihat, seperti cara kerja
jantung ketika berdenyut.
2. Film
dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat disaksikan secara
berulang jika diperlukan. Misalnya, langkah-langkah dan cara yang benar dalam berwudhu..
3. Disamping
mendorong dan meningkatkan moivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi
afektif lainnya. Misalnya, film kesehatan yang menyajikan proses berjangkitnya
penyakit deare atau eltor dapat membuat siswa sadar terhadap pentingnya
kebersihan makanan dan lingkungan .
4. Film
dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengembang pemikiran dan
pembahasan dalam kelompok siswa. Bahkan, film dan video, seperti slogan yang
sering didengar, dapat membawa dunia ke dalam kelas.
5. Film
dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara
langsung, seperti lahar gunung berapi atau perilaku binatang buas.
6. Film
dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok
yang heterogen, maupun perorangan.
7. Dengan
kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memau satu
minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. Misalnya, bagaimana
kejadian mekarnya kembang mulai dari lahirnya kuncup bunga hingga kuncup itu
mekar.
Keterbatasan
1. Pengadaan
film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak
2. Pada
saat film dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua
siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
3. Film
dan video yang tersedia tidak selalu sessuai dengan kebutuhan dan tujuan
belajar yang diinginkan, kecuali film dan video itu dirancang dan diproduksi
khusus untuk kebuuhan sendiri. [15]
F.
TELEVISI
Televisi adalah
system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui
kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara
kedalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali kedalam cahaya yang
dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
Televisi pendidikan adalah penggunaan
program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu
tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekedar
menghibur, tetapi juga yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu,
telivisi memiliki ciri-ciri tersendiri, di antaranya :
a. Dituntun
oleh guru. Seorang guru menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual.
b. Sistematis-siaran
berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus, dengan tujuan dan pengamalan
belajar yang terencana.
c. Teratur
dan berurutan. Siaran disajikan dalam selang waktu yang berurutan, dimana siaran
dibangun dan mendasari siaran yang lainnya.
d. Terpadu
– siaraan berkaitan dengan pengalaman belajara lainnya seperti latihan, membaca,
diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah. [16]
Sebagai media pendidikan, televisi mempunyai
kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
1.
TV dapat menerima, menggunakan, dan mengubah
atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan
tujuan-tujuan yang akan dicapai.
2.
TV merupakan medium yang menarik, modern yang
selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagai bagian
dari kehidupan luar sekolah mereka.
3.
TV dapat memikat perhatian sepenuhnya dari
penonton. Seperti halnya film, TV menyajikan informasi visual dan lisan secara
simultan.
4.
TV mempunyai realitas dari film tapi juga
mempunyai kelebihan yang lainnya yaitu immediacy (objek yang baru saja ditangkap kamera dapat
segera dipertontonkan).
5.
Sifatnya langsung dan nyata. Dengan TV siswa
tahu kejadian-kejadian mutakhir, mereka bisa mengadakan kontak dengan
orang-orang besar/terkenal dalam bidangnya, melihat dan mendengarkan mereka
berbicara.
6.
Horizon kelas dapat diperlebar dengan TV. Batas ruang dan waktu dapat diatasi.
7.
Hampir setiap mata pelajaran bisa di-TV-kan
8.
TV dapat meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan guru dalam hal mengajar.
Beberapa
kelemahan/keterbatasan TV antara lain:
1.
Harga pesawat TV relative murah
2.
Sifat komunikasinya hanya satu arah
3.
Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran
dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan.
4.
Program di luar control guru, dan
5.
Besarnya gambar di layar relative kecil
dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.[17]
Manfaat Media TV menurut
umar h malik
1.
Televisi bersifat langsung dan nyata
2.
Televisi memperluas tinjauan kelas
3.
Televisi dapat menciptakan kembali semua
peristiwa yang lalu
4.
Televisi dapat menunjukan banyak hal dan segi
5.
Televisi menarik minat bukan saja bagi anak
anak, tetapi juga orang dewasa
6.
Televisi mampu memberi bantuan pada guru
7.
Televisi mampu membawa sumber sumber yang ada
dimasyarakat kedalam kelas
8.
Masyarakat akhirnya mengerti tentang sekolah
secara nyata.[18]
III.
KESIMPULAN
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran mempunyai peranan yang
amat penting dalam proses belajar mengajar, jenis media ini diantaranya :
1. Media audio yaitu media
yang berkaitan dengan indera pendengaran.
2. Proyektor transparansi
(OHP) merupakan
media proyeksi visual yang relative sederhana. Sebab hanya terdiri dari penggunaan
system optik (lensa), elektrik (kipasangin) dan lampu proyektor. Fungsi proyektor
untuk memproyeksi gambar pada transpar.
3. Film strip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual
proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide.
4. Slide (film bingkai)
adalah
suatu film transparansi yang berukran 35 mm dengan bingkai 2 × 2 inci. Bingkai tersebut
terbuat dari karton atau plastik. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor.
5. Film
atau gambar merupakan kumpulan gambar-gambar dalam frame. Film dan video dapat
menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit,
mengajarkan ketrampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi
sikap.
6. Televisi
adalah
system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui
kabel atau ruang.
Berdasarkan jenis-jenis media tersebut, masing-masingnya memiliki
kelebihan dan kekurangan. Karakteristik umum media-media ini adalah pesan yang
sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada
dalam kontrol guru serta cara penyimpanannyapun mudah / praktis
IV.
PENUTUP
Demikian
makalah yang dapat pemakalah sajikan, pemakalah menyadari bahwa makalah yang
telah dipaparkan ini masih jauh dari kata sempurna, pemakalah sangat perlu dan
butuh banyak kritik serta saran dari pembaca sekalian, demi kemajuan dan
kesempurnaan penyusunan makalah-makalah selanjutnya, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, amin ya robbal amin. Kurang lebihnya kami ucapkan
banyak terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad ,Azhar,2003.Media
Pembelajaran.Jakarta:Rajawali Pers .
Kustandi ,Cecep
dkk .2011.Media Pembelajaran.Bogor:Ghalia Indonesia.
Rohana ,Ahmad .2014.Media Intruksional Edukatif. Jakarta:Rineka Cipta.
Sadiman ,Arief
S.2011.Media Pendidikan .Jakarta : Rajawali Pers.
[1]
Azhar Arsyad,Media
Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003), hlm .148
[2] Arief S
Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm . 49
[3]
Azhar Arsyad,Media
Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003), hlm .148
[4]
Cecep
Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia
Indonesia,2011),hlm.65-66
[5]
Azhar Arsyad,Media
Pembelajaran , (Jakarta:Rajawali Pers ,2003 ), hlm .44-45
[6]
Ahmad Rohanai, Media
Intruksional Edukatif , ( Jakarta : Rineka Cipta ,2014 ),hlm.80
[7]
Arief S
Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .62
[8] Ahmad rohani, media
instruksional edukatif, (Jakarta Rineka Cipta, 2014) hlm.80
[9]
http://dwijunianto.wordpress.com/media-pembelajaran-3-klasifikasi-media-pembelajaran/ diakses 09/10/14 jam 17.37
[10]
Arief S
Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .215
[11]
Cecep
Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia
Indonesia,2011),hlm.69
[12]
Arief S
Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .56
[13] Cecep
Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia
Indonesia,2011),hlm.73
[14] http://thesun-nani.blogspot.in/2012/10/film-sebagai-media-pembelajaran.html?m=1
tgl 19-12-1014 jam 8
[15]
Azhar Arsyad,Media
Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003),hlm.48-50
[16]
Cecep
Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia
Indonesia,2011),hlm.74-75
[17] Arief S
Sadiman,Media Pendidika, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm.71-73
[18] Darwanto televisi
sebagai media pendidikan (Yogyakarta, Pustaka pelajar,2011) hlm.125
Tidak ada komentar:
Posting Komentar