Selasa, 31 Maret 2015

KARAKTERISTIK MEDIA AUDIO, OHP, FILM STRIP, SLIDE, FILM,VIDEO DAN TV



KARAKTERISTIK MEDIA AUDIO, OHP, FILM STRIP, SLIDE, FILM,VIDEO DAN TV


                               I.            PENDAHULUAN

Media pembelajaran secara umum merupakan alat bantu proses belajar mengajar, yang digunakan guna meningkatkan kemampuan serta ketrampilan setiap peserta didik, sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar. Media yang digunakan dalam proses belajar dapat menggunakan media yang sederhana ataupun media yang cukup rumit dan canggih .

Kemajuan dan perkembangan teknologi di Indonesia saat ini makin lama makin berkembang, terlebih dengan adanya pergantian kurikulum 2013, yang menuntut setiap siswa agar mampu menguasai media-media penunjang proses kegiatan belajar mengajar, harapannya adalah setelah mereka memahami tentang perangkat media pembelajaran, maka proses belajar mengajarpun akan menjadi lebih efektif .

Adapun yang akan pemakalah bahas dalam makalah ini adalah mengenai karakterisik media audio, OHP, film strip, slide, film, video, dan TV. Media-media tersebut merupakan beberapa media pembelajaran yang dapat mendorong keberhasilan  dalam proses belajar yang  tujuannya untuk mencapai pembelajaran dengan baik di sekolah .

                            II.            PEMBAHASAN

Jenis media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran cukup beragam, mulai dari media yang sederhana sampai media yang cukup rumit dan canggih. Berikut ini akan di paparkan ragam media pembelajaran selain media sederhana.
A.          MEDIA AUDIO
Media audio dan audio visual merupakan bentuk media pengajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Di samping itu tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa kemana-mana, dan karena tape recorder dapat menggunakan baterai, maka ia dapat digunakan di lapangan atau ditempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik. Kaset tape audio dapat pula dimanfaatkan untuk pelajaran dan tugas di rumah. Ini dimungkinkan karena hampir semua siswa memiliki mesin radio tape. [1]
Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam  lambang-lambang auditif, baik verbal ( kedalam kata-kata/ bahasa lisan ) maupun nonverbal. Terdapat beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain: radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam dan laboratorium bahasa.[2]
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk:
1.   Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah  didengar.
2.   Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
3.   Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa.
4.   Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah.[3]
Radio merupakan suatu media yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan media yang lain, yaitu:
a.    Harga relatif murah
b.    Sifatnya mudah dipindahkan
c.    Dapat merangsang partisipasiaktif
d.   Dapat mengembangkan daya imajinasi anak
e.    Dapat memusatkan perhatian siswa.
Sedangkan kelemahan yang dimiliki media audio, antara lain:
a.    Sifat komunikasinya satu arah
b.   Biasanya siaran disentralisasikan, sehingga guru tidak dapat mengontrol
c.    Penjadwalan dan siaran sering menimbulkan permasalahan.[4]
Rekaman audio tape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu. Rekaman dapat disiapkan untuk sekelompok siswa, dan sekarang ini sudah biasa rekaman rekaman disiapkan untuk penggunaan perorangan. Sudjana dan Rivai (1991 : 130) mengemukakan hubungan media audio dan pengembangan keterampilan, berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Keterampilan yang dapat dicapai dengan penggunaan media audio adalah sebagai berikut:
a)    Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian. Misalnya, siswa mengidentifikasi kejadian tertentu dari rekaman yang didengarnya.
b)   Mengikuti pengarahan. Misalnya, sambil mendengarkan pernyataan atau kalimat singkat, siswa menandai salah satu pilihan pernyataan yang mengandung arti sama.
c)    Melatih daya analisis. Misalnya, siswa menentukan urut-urutan kejadian atau suatu peristiwa, atau menentukan mana yang menjadi sebab dan mana yang menjadi akibat dari rekaman-rekaman yang didengarnya.
d)   Menentukan arti dari konteks. Misalnya, siswa mendengarkan pernyataan yang belum lengkap sambil berusaha menyempurnakannya dengan memilih kata yang disiapkan. Kata-kata yang disiapkan itu berbunyi sangat mirip dan hanya dapat dibedakan apabila sudah dalam konteks kalimat.
e)    Memilah-milah informasi atau gagasan yang relevan dan informasi yang tidak relevan. Misalnya, rekaman yang diperdengarkan mengandung dua sisi informasi yang berbeda dan siswa mengelompokkan informasi kedalam dua kelompok itu.
f)    Merangkum, mengemukakan kembali, atau mengingat informasi. Misalnya, setelah mendengarkan rekaman suatu peristiwa cerita, siswa diminta untuk mengungkapkan kembali dengan kalimat-kalimat mereka sendiri.[5]

B.       OHP
Proyektor transparansi (OHP) merupakan media proyeksi visual yang relative sederhana. Sebab hanya terdiri dari penggunaan system optik (lensa),  elektrik (kipas angin) dan lampu proyektor. Fungsi proyektor untuk memproyeksi gambar pada transparan. Slide adalah gambar (tulisan) pada transparan yang di proyeksikan, akan lebih menarik jika dikombinasikan dengan tape-recorder.[6] OHP adalah alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memproyeksikan transparansi ke arah layar lewat atas atau samping kepala orang yang menggunakannya.[7]
 Karakteristik media OHP
Media ini termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk di proyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media transparan, yang disebut overhead-projector.
Berikut adalah beberapa kelebihan media OHP sebagai media pembelajaran.
a.    Praktis, karena kemungkinan untuk semua ukuran kelas atau ruang.
b.   Dapat digunakan secara berulang-ulang.
c.    Tidak diperlukan operator pembantu khusus.
d.   Memperjelas pengetahuan verbal secara visual.
e.    Dapat mengatasi keterbatasan ruang.
Sedangkan kelemahan OHP sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut :
a.    Menuntut penataan ruang yang baik.
b.   Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi proyeksi.
c.    Membutuhkan anggaran biaya yang tidak sedikit.
d.   Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah.
Cara mengoperasikan OHP transparansi adalah sebagai berikut :
1.   Tegangan listrik harus disesuaikan dengan peralatannya
2.   Letak posisi transparan harus benar ( dapat digeser )
3.   Tombol pengatur fokus diatur sedemikian, sehingga gambar yang diproyeksikan bisa jelass dan tajam bila dilihat pada layar ( jika tak tersedia layar dapat menggunakan tembok  atau whiteboard )
4.   Pakailah transparan permanen khusus, bukan plastic biasa dan spidol khsus untuk transparan.[8]

C.       FILM STRIP
     Film strip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya film strip ini terdiri atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan (merupakan gelang, dimana antara ujung yang satu dengan ujung yang lainnya bersatu). Jumlah frame atau gambar dari suatu film strip ada yang berjumlah 50 buah dan ada pula yang berjumlah 75 buah dengan panjang 100 sampai dengan 130 cm. Kelebihan film strip dibanding film slide adalah media film strip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame-frame film strip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan. Akan tetapi pengeditan dan perbaikan/ revisi film strip relatif agak sukar, karena harus dilakukan di laboratorium khusus.[9]
     Berdasarkan system (cara) memproyeksikan gambar, maka proyektor film rangkai ini dapat di bedakan menjadi tiga jenis. Jenis-jenis proyektor meliputi:
1.     Proyeksi belakang layar
     Proyektor jenis ini dibuat untuk pemakaian individu. Hal itu karena bentuknya kecil dan konsumsi listriknya pun sedikit.
2.     Proyeksi depan layar
     Ada beberapa model proyektor film rangkai yang menggunakan system ini. Ada yang manual, yaitu pergerakan mekanik untuk memajukan film rangkai, sepenuhnya dilakukan dengan tangan, dan ada beberapa model dari proyektor system depan layar ini yang pergerakan mekaniknya secara elektronik.
3.     Proyeksi depan dan belakang layar
     Kelebihan proyektor film rangkai jenis ini dibanding dengan proyektor-proyektor film rangkai yang telah dibicarakan didepan adalah dapat digunakan sebagai proyektor dengan system proyeksi belakang layar dan depan layar.[10]

D.           SLIDE
Slide (film bingkai) adalah suatu film transparansi yang berukran 35 mm dengan bingkai 2 × 2 inci. Bingkai tersebut terbuat dari karton atau plastik. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor. Program visual dapat di kombinasikan dengan suara yang di kenal dengan bingkai suara. Program kombinasi film bingkai bersuara, pada umumnya berdurasi antara 10 sampai 30 menit dengan jumlah gambar yang berfariasi dari 10 sampai 100 buah lebih.[11]
           Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pendidikan diuraikan dibawah ini.
a.       Materi yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.
b.      Perhatian anak-anak dapat dipusatkan pada satu butir tertentu, sehingga dapat            menghasilkan keseragaman pengamatan.
c.       Fungsi berfikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas.
d.      Film bingkai berada di bawah kontrol guru.
e.       Film bingkai baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu.
f.       Penyimpanannya film bingkai sangat mudah (praktis).
g.      Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan indera.
h.      Program film bingkai bersuara dapat menjadi yang sangat efektif bila di bandingkan dengan media cetak yang berisi gambar yang sama.
i.        Program film bingkai bersuara mudah direvisi/diperbaiki, baik visual maupun audionya.
Selain kelebihan dan keuntungan tersebut diatas, film bingkai mempunyai keterbatasan dan kelemahan yang perlu kita ketahui.
a.       Seri program film bingkai yang terdiri dari gambar-gambar lepas merupakan kelebihan sekaligus merupakan titik kelemahan. Karena lepas gambar-gambar tersebut dengan mudah dapat hilang atau tertukar apabila penyimpanannya kurang baik.
b.      Media ini kurang begitu efektif bila dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan pelajaran yang bersifat gerakan.
c.       Bila tidak ada daylight screen, penggunaan program slide suara memerlukan ruangan yang gelap. Bila ruang tak dapat digelapkan, gambar yang diproyeksikan kurang jelas sehingga penyajian film bingkai kurang memuaskan.
d.      Dibandingkan dengan gambar, foto, bagan atau papan flanel pembuatan film bingkai jauh lebih mahal biayanya.[12]
    
E.       FILM DAN VIDEO
Film atau gambar merupakan kumpulan gambar-gambar dalam frame. Dalam media ini, frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis, sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian, sehingga memberikan visualisasi yang kontinyu. Sama halnya dengan film, video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Film dan video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit,  mengajarkan ketrampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap .[13]
Ada beberapa jenis film yang bisa dijadikan media pembelajaran menurut insan cita ( 2010 ) :
a.       Film dokumentasi (documenter)
Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam film documenter (dokumentasi)
1.      Kita harus mempunyai gambar yang baik yakni sebuah bukti visual yang mengajukan pertanyaan tentang film dokumenter tersebut
2.      Kkita harus memiliki ide atau konsep yang mengekspresikan sudut pandang karya documenter tersebut
3.      Kita harus memiliki sebuah struktur, yaitu progresi gambar dan suara secara teratur yang akan menarik minat audien dan menghadirkan sudut pandang dari karya documenter tersebut sebagai sebuah argument visual.
b.      Docudrama
Film documenter yang membutuhkan pengadegan dimana beberapa bagian film disutradarai (diatur) terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail.
c.       Documenter perilaku
Documenter yang menjadi perilaku manusia sebagai objeknya.
d.      Documenter emosi
Sementara documenter perilaku mendorong kesuatu arah baru, beberapa praktisi documenter mulai mengeksplorasi bentuk lain dari perilaku, yang disebut sebagai documenter emosi. Salah satu contohnya karya allie lighate, dalam film dialogues with madwomen.[14]

Keuntungan film dan video
1.      Film dan video dapat melengkapi pegalaman-pengalaman dasar siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik, dan lain-lain. Film merupakan pengganti alam sekitar, dan bahkan dapat menunjukkan objek secara normal yang tidak dapat dilihat, seperti cara kerja jantung ketika berdenyut.
2.      Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat disaksikan secara berulang jika diperlukan. Misalnya, langkah-langkah dan cara yang benar dalam berwudhu..
3.      Disamping mendorong dan meningkatkan moivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi afektif lainnya. Misalnya, film kesehatan yang menyajikan proses berjangkitnya penyakit deare atau eltor dapat membuat siswa sadar terhadap pentingnya kebersihan makanan dan lingkungan .
4.      Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengembang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa. Bahkan, film dan video, seperti slogan yang sering didengar, dapat membawa dunia ke dalam kelas.
5.      Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung, seperti lahar gunung berapi atau perilaku binatang buas.
6.      Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan.
7.      Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar frame demi frame, film    yang dalam kecepatan normal memau satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. Misalnya, bagaimana kejadian mekarnya kembang mulai dari lahirnya kuncup bunga hingga kuncup itu mekar.
Keterbatasan
1.      Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak
2.      Pada saat film dipertunjukkan, gambar-gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
3.      Film dan video yang tersedia tidak selalu sessuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali film dan video itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebuuhan sendiri. [15]


F.        TELEVISI
Televisi adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali kedalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekedar menghibur, tetapi juga yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, telivisi memiliki ciri-ciri tersendiri, di antaranya :
a.    Dituntun oleh guru. Seorang guru menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman visual.
b.    Sistematis-siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus, dengan tujuan dan pengamalan belajar yang terencana.
c.    Teratur dan berurutan. Siaran disajikan dalam selang waktu yang berurutan, dimana siaran dibangun dan mendasari siaran yang lainnya.
d.   Terpadu – siaraan berkaitan dengan pengalaman belajara lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah. [16]
Sebagai media pendidikan, televisi mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
1.      TV dapat menerima, menggunakan, dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai.
2.      TV merupakan medium yang menarik, modern yang selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka.
3.      TV dapat memikat perhatian sepenuhnya dari penonton. Seperti halnya film, TV menyajikan informasi visual dan lisan secara simultan.
4.      TV mempunyai realitas dari film tapi juga mempunyai kelebihan yang lainnya yaitu immediacy (objek yang baru saja ditangkap kamera dapat segera dipertontonkan).
5.      Sifatnya langsung dan nyata. Dengan TV siswa tahu kejadian-kejadian mutakhir, mereka bisa mengadakan kontak dengan orang-orang besar/terkenal dalam bidangnya, melihat dan mendengarkan mereka berbicara.
6.      Horizon kelas dapat diperlebar dengan  TV. Batas ruang dan waktu dapat diatasi.
7.      Hampir setiap mata pelajaran bisa di-TV-kan
8.      TV dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam hal mengajar.
Beberapa kelemahan/keterbatasan TV antara lain:
1.      Harga pesawat TV relative murah
2.      Sifat komunikasinya hanya satu arah
3.      Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan.
4.      Program di luar control guru, dan
5.      Besarnya gambar di layar relative kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.[17]
Manfaat Media TV menurut umar h malik
1.      Televisi bersifat langsung dan nyata
2.      Televisi memperluas tinjauan kelas
3.      Televisi dapat menciptakan kembali semua peristiwa yang lalu
4.      Televisi dapat menunjukan banyak hal dan segi
5.      Televisi menarik minat bukan saja bagi anak anak, tetapi juga orang dewasa
6.      Televisi mampu memberi bantuan pada guru
7.      Televisi mampu membawa sumber sumber yang ada dimasyarakat kedalam kelas
8.      Masyarakat akhirnya mengerti tentang sekolah secara nyata.[18]
                            III.            KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran mempunyai peranan yang amat penting dalam proses belajar mengajar, jenis media ini diantaranya :
1.      Media audio yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran.
2.      Proyektor transparansi (OHP) merupakan media proyeksi visual yang relative sederhana. Sebab hanya terdiri dari penggunaan system optik (lensa), elektrik (kipasangin) dan lampu proyektor. Fungsi proyektor untuk memproyeksi gambar pada transpar.
3.      Film strip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide.
4.      Slide (film bingkai) adalah suatu film transparansi yang berukran 35 mm dengan bingkai 2 × 2 inci. Bingkai tersebut terbuat dari karton atau plastik. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor.
5.      Film atau gambar merupakan kumpulan gambar-gambar dalam frame. Film dan video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan ketrampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu dan mempengaruhi sikap.
6.      Televisi adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang.
Berdasarkan jenis-jenis media tersebut, masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Karakteristik umum media-media ini adalah pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru serta cara penyimpanannyapun mudah  / praktis


                            IV.            PENUTUP
Demikian makalah yang dapat pemakalah sajikan, pemakalah menyadari bahwa makalah yang telah dipaparkan ini masih jauh dari kata sempurna, pemakalah sangat perlu dan butuh banyak kritik serta saran dari pembaca sekalian, demi kemajuan dan kesempurnaan penyusunan makalah-makalah selanjutnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amin ya robbal amin. Kurang lebihnya kami ucapkan banyak terimakasih.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad ,Azhar,2003.Media Pembelajaran.Jakarta:Rajawali Pers .
Kustandi ,Cecep dkk .2011.Media Pembelajaran.Bogor:Ghalia Indonesia.
Rohana ,Ahmad .2014.Media Intruksional Edukatif. Jakarta:Rineka Cipta.
Sadiman ,Arief S.2011.Media Pendidikan .Jakarta : Rajawali Pers.



[1] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003), hlm .148
[2] Arief S Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm . 49
[3] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003), hlm .148
[4] Cecep Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia Indonesia,2011),hlm.65-66
[5] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran , (Jakarta:Rajawali Pers ,2003 ), hlm .44-45
[6] Ahmad Rohanai, Media Intruksional Edukatif , ( Jakarta : Rineka Cipta ,2014 ),hlm.80
[7] Arief S Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .62
[8] Ahmad rohani, media instruksional edukatif, (Jakarta Rineka Cipta, 2014) hlm.80
[10] Arief S Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .215
[11] Cecep Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia Indonesia,2011),hlm.69
[12] Arief S Sadiman,Media Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm .56
[13] Cecep Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia Indonesia,2011),hlm.73
[15] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran ,(Jakarta:Rajawali Pers ,2003),hlm.48-50
[16] Cecep Kustandi,Bambang sucipto,Media Pembelajaran,(Bogor:Ghalia Indonesia,2011),hlm.74-75
[17] Arief S Sadiman,Media Pendidika, (Jakarta : Rajawali Pers,2011),hlm.71-73

[18] Darwanto televisi sebagai media pendidikan (Yogyakarta, Pustaka pelajar,2011) hlm.125

Tidak ada komentar:

Posting Komentar