PENGENALAN
BEBERAPA
MEDIA
PEMBELAJARAN
I. PENDAHULUAN
Belajar tidak selamanya
bersentuhan dengan hal-hal yang kongkrit, baik dalam konsep maupun faktanya.
Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang
bersifat kompleks, maya dan berada di balik realitasnya. Karena itu media
memiliki andil untuk menjelaskan hal - hal yang abstrak dan menunjukan hal -
hal yang tersembunyi. Ketidak jelasan atau kerumitan bahan ajar dapat dibantu
dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Begitupun dalam
mengajar, pengajar harus mampu menyajikan pelajaran sebaik-baiknya untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu diperlukan metode mengajar
yang efektif dan efisien, serta alat bantu untuk menjelaskan hal-hal yang tidak
dapat diungkapkan oleh guru melalui kata-kata. Alat bantu yang dimaksud adalah
media pembelajaran. Dengan menggunakan media, maka dapat mendekati realitas,
mengganti pemakaian kata-kata yang merupakan lambang yang tidak sempurna, serta
membangkitkan dan merangsang minat belajar siswa yang mungkin apatis terhadap
pelajaran.
Tujuan disusunnya
makalah dengan judul PENGENALAN BEBERAPA MEDIA PEMBELAJARAN ini, adalah agar
pengajar dapat mengetahui dan memanfaatkan media pembelajaran sesuai dengan
perkembangan teknologi, kebutuhan dan kemampuan. Sehingga tidak monoton dalam
pembelajaran dan dapat menambah tingkat pemahaman peserta didik pada pelajaran.
II.
GAMBARAN
PERMASALAHAN
Tidak jarang
kita temukan guru yang mengalami kesulitan dan hambatan di dalam menjalankan
tugasnya sebagai seorang tenaga pengajar, seperti kurang variatif dalam
menyampaikan materi yang diajarkan. Kerapkali materi pelajaran yang disampaikan
tersebut menjadi kurang menarik atau kadangkala terlalu sukar dimengerti oleh
peserta didik sehingga peserta didik menjadi jenuh dan mudah merasa bosan.
Beberapa
alasan pengajar yang tidak memanfaatkan media dalam proses pembelajaran:
1. Menganggap bahwa menggunakan media itu
menambah repot.
2. Media
itu barang canggih dan mahal.
3. Gagap teknologi (gaptek), ternyata juga
masih dialami oleh sebagian guru.
4. Media itu hanya untuk hiburan sedangkan
belajar itu harus serius.Alasan ini memang jarang ditemui, namun ada guru yang
berpandangan demikian. Jaman dulu, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang
serius sedangkan media identik dengan hiburan.
5. Tidak tersedia media di sekolah.
6. Kebiasaan guru mengandalkan
ceramah.Mengajar dengan hanya mengandandalkan verbalistik saja memang lebih
mudah, tidak perlu banyak persiapan.[1]
Padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil
teknologi dalam proses belajar. Para pengajar dituntut agar mampu menggunakan
alat-alat yang disediakan oleh sekolah. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang.
Misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini, media
pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata
sebagai alat bantu.
Berikut
beberapa media dalam pembelajaran:
Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat
dari segi perkembangan teknologi oleh Seels & Glasgow (1990:181-183) dibagi
kedalam dua kategori luas, yaitu: pilihan media tradisional dan pilihan media
teknologi mutakhir.
1.
Pilihan
media tradisional
a.
Visual diam
yang diproyeksikan
®
Proyeksi opaque
(tak-tembus pandang)
®
Proyeksi
overhead
®
Slides
®
Filmstrips
b.
Visual yang
tak diproyeksikan
®
Gambar,
poster
®
Foto
®
Charts,
grafik, diagram
®
Pameran
papan info, papan-bulu
c.
Audio
®
Rekaman
piringan
®
Pita-kaset,
reel, cartridge
d.
Penyajian
multimedia
®
Slide plu
ssuara (tape)
®
Multi-image
e.
Visual
dinamis yang diproyeksikan
®
Film
®
Televisi
®
Video
f.
Cetak
®
Buku teks
®
Modul, teks
terprogram
®
Workbook
®
Majalah
ilmiah, berkala
®
Lembaran
lepas (hand-out)
g.
Permainan
®
Teka-teki
®
Simulasi
®
Permainan
papan
h.
Realita
®
Model
®
Specimen (contoh)
®
Manipulatif
(peta, boneka)
2.
Pilihan
media teknologi mutakhir
a.
Media
berbasis telekomunikasi
®
Teleconference
®
Kuliah jarak
jauh
b.
Media
berbasis mikroprosesor
®
Computer-assisted
intruction
®
Permainan
komputer
®
Sistem tutor
intelejen
®
Interaktif
®
Hypermedia
®
Compact
(video) disc[2]
MEDIA GRAFIS
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi
untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan (reserver), di
mana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Menurut
Arief S. Sadiman (1986) simbol-simbol tersebut harus dipahami benar, artinya
agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efesien.
Media grafis
mempunyai jenis yang bermacam-macam, beberapa diantaranya:
A.
Media bagan (chart)
Adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara
diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan
sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang,
keluarga ditinjau dari sudt waktu dan ruang. Di dalam bagan sering dijumpai
berbagai jenis media grafis lain,seperti gambar, diagram, kartun atau
lambang-lambang verbal.
Ada beberap
jenis bagan (chart):
Bagan Pohon (tree
chart)
Menggambarkan arus diagram berasal dari akar de
batang, menuju ke cabang-cabang dan ranting-ranting. Bagan ini juga dapat
menggambarkan suatu keadaan pengelompokkan.
Bagan
Organisasi
Adalah suatu bagan yang menggambarkan susunan dan
hiraki suatu organisasi. Bagan semacam ini dihubungkan oleh garis-garis, dan
masing-masing garis mempunyai arti tertentu. Dalam bagan organisasi ini dapat
dilihat dengan jelas bidang-bidang yang terdapat didalamnya, dan dapat pula
diketahui siapa ynag bertanggungjawab dan otoritas dalam bidang masing-masing
serta dalam organisasi secara keseluruhan.
Bagan Arus (flow
chart)
Menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri
tanggungjawab atau hubungan kerja antara berbagai bagian atau seksi seperti
halnya bagan organisasi. Tanda panah sering kali untuk menggambarkan arah arus
tersebut.
Bagan Arus
Waktu
Disebut juga time line chart, adalah bagan yang
menunjukkan atau yang menggambarkan kronologi atau hubungan peristiwa dalam
suatu periode atau waktu. Pesan-pesan yang disampaikan biasanya disajikan dalam
bagan secara kronologis.
B. GRAFIK (Graph)
Merupakan gambar sederhana yang disusun menurut
prinsip matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik
mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan simbol dan disertai
dengan keterangan –keterangan secara singkat.
Keuntungan
menggunakan grafik:
1.
Bermanfaat
untuk menerangkan data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
2.
Kemungkinan
pembaca untuk memahami data yang disajikan dengan cepat dan menyeluruh baik
dalam bentuk ukuran jumlah pertumbuhan atau arah suatu kemajuan.
3.
Penyajian
angka lebih jelas, menarik, ringkas, dan logis
Beberapa
jenis grafik:
Grafik Garis
atau Kurva (Line Graph)
Grafik yang menggunakan garis-garis yang terdiri dari
garis-garis absis dan ordianat, atau garis horizontal dan
vertikal yang menunjukkan suatu keadaan atau perkembangan dalam jangka waktu
tertentu dengan jelas sekali.
Grafik Batang
(Bar Graph)
Grafik batang juga menggunakan garis-garis yang
mengkomunikasikan garis horizontal dan garis vertikal. Untuk menggambarkan
grafik batang ini diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak lurus.
Grafik Lingkaran (Pie Graph)
Menunjukkan hubungan yang bersifat presentasi atau
hubungan frekuensi. Grafik ini berupa gambar sebuah lingkaran yang dibagi-bagi
menjadi beberapa sektor. Tiap sektor menggambarkan kategori data yang telah
diubah menjadi bentuk grafik lingkaran.
Grafik Peta
dan Globe
Disebut juga kartogram, yang melukiskan keadaan
hubungan dengan tempat kejadiannya. Secara khusus memberikan informasi tentang
keadaan permukaan bumi, dataran rendah, sungai, gunung, arah, data budaya, data
ekonomi.
Peta adalah penyajian
visual dari muka bumi, globe adalah bola bumi atau model. Peta dan globe
berbeda secara gradual, akan tetapi saling melengkapi.[3]
C. Papan tulis
Digunakan hampir di
setiap ruang kelas. Papan tulis mempunyai nilai tertentu, seperti penyajian
bahan dapat dilakukan secara jelas, kesalahan tulisan mudah diperbaiki, dapat
merangsang anak untuk aktif, dapat menarik perhatian.[4]
D. Teks
Teknologi
ini menghasilkan materi dalam bentuk salinan tercetak.Cara untuk menghasilkan
atau menyampaikan materi, seperti buku
dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau
fotografis.
Ciri-ciri
teknologi cetak:
É Teks dibaca secara linier, sedangkan
visual diamati berdasarkan ruang
É Baik teks maupun visual menampilkan
komunikasi satu arah dan reseptif
É Teks dan visual ditampilkan statis (diam)
É Pengembangannya sangat tergantung kepada
prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual
É Baik teks maupun visual berorientasi
(berpusat) pada siswa[5]
É Membantu guru dalam merealisasikan
kurikulum, memudahkan kontinuitas pelajaran, dapat dijadikan pegangan,
memancing aspirasi, dapat menyajikan materi yang seragam dan mudah diulang.[6]
E.
Media
Diagram
Merupakan susunan garis-garis dan menyerupai peta dari
pada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak
bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian
yang lain.
F.
Poster
Merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam
satu bidang yang memberikan informasi. Poster hendaknya dibuat dengan gambar
dekoratif dan huruf yang jelas.
G.
Karikatur
dan Kartun
Merupakan garis yang dicoret secara spontan yang
menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting, beda antara poster dan
karikatur terletak pada; karikatur kadang-kadang lebih menggigit dan krisit.
Sedangkan kartun ide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya
adalah senyum dan ketawa. Kesan kritis dan humor yang diberikan karikatur dan
kartun menyebabkan informasi yang disampaikan tahan lama dalam ingatan anak.
H.
Media Gambar
atau Foto
Foto merupakan media reproduksi bentuk
asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena
dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan
realistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena
hasil yang diragakan lebih mendekati kenyataan melalui foto yang diperlihatkan.
Foto dapat mengatasi
ruang dan waktu. Sesuatu yang terjadi di tempat yang lain dapat dilihat oleh
orang yang berada jauh dari tempat kejadian dalam bentuk setelah kejadian itu
berlalu. Kita bisa menggunakan film hitam putih atau berwarna untuk hasilnya.
MEDIA VISUAL DUA DIMENSI
Merupakan media yang bersifat elektronik dan terdiri
dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Memerlukan
aliran listrik untuk dapat menggerakkan pemakaiannya.
Beberapa jenis media visual dua dimensi:
A.
Overhead
proyektor (OHP)
Ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya
penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP.
Keuntungan menggunakan OHP:
É
Bersifat
konkret. Dapat merangsang indera mata siswa disamping indera telinga melalui
kata-kata guru, sehingga materi yang disampaikan lebih konkret.
É
Mengatadi
batas ruang dann waktu. Benda yang sulit dibawa ke dalam kelas dan kejadian
masa lampau dapat diperagakan melalui OHP.
É
Mengatasi
kelemahan panca indera.
É
Tidak
terlalu menggunakan gerak fisik.
É
Dapat
dipindah-pindah dari satu kelas ke kelas lainnya.
É Dapat memperbesar gambar dan membuat
media berguna untuk menyajikan informasi pada kelompok yang besar dan semua
jenjang. Proyektor dirancang untuk dapat digunakan didepan kelas sehingga guru
dapat selalu berhadapan dengan muridnya.
B.
Slide
Merupakan media gambar transparan yang diproyeksikan
oleh proyektor, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa dikelas.[7]
C.
Film dan
video
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam
frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara
mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan
cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinu.
Video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak
bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan film dan
video melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri.[8]
Diciptakan untuk mempermudah dalam
mempresentasikan ide-ide yang dimiliki kepada orang lain sambil menerangkan
dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin mengenai ide yang dimiliki
tersebut. Papan tulis elektronik ini juga memiliki konektifitas terhadap
komputer atau laptop dengan menggunakan kabel USB, juga mempunyai konektifitas
ke layar proyektor, Papan tulis elektronik juga disambungkan ke mesin pencetak,
dan Anda pun bisa mencetak apa yang sudah Anda tulis.[9]
E. E-book
Adalah buku elektronik
yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori
sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku
cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.[10]
F. Televisi
Bersifat langsung dan
nyata, jangkauan luas, memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik
minat.[11]
Televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama
dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Dapat memberikan
kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan
disertai komentar penyiarnya.[12]
G. Komputer
Memiliki
kemampuan untuk menggabungkan dan mengendalikan berbagai peralatan, juga dapat
merekam, menganalisis dan memberikan reaksi yang diinput oleh pemakai atau
siswa. Pemanfaatan komputer dikembangkan dalam berbagai format, antara lain
drills and practice, tutorial, simulasi, permainan, discovery dan digunakan
untuk mengadministrasikan tes juga pengolahan administrasi sekolah.[13]
H. Laptop dan notebook
Merupakan
elektronik yang berfungsi sama dengan komputer. Namun dengan ukuran yang lebih
kecil. CPU, Keyboard, sound, mouse yang sudah menjadi satu bagian. Sehingga
mudah dibawa kemanapun.
I. MEDIA AUDIO
Berkaitan
dengan indera pendengar, yaitu radio. Radio merupakan perlengkapan elektronik
yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat
mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa paenting dan baru dengan jangkauan
yang luas.[14]
J. OBJEK 3 DIMENSI
Media yang bukan hanya
dapat didengar dan dilihat dari satu arah, bahkan dapat dimainkan oleh siswa.
Namun bukan semua barang yang dapat dari segala arah dapat diperlihatkan
didalam kelas. Seperti boneka, mainan atau miniatur bangunan. Sehingga peserta
didik lebih paham dengan penjelasan pengajar.
PENUTUP
Media merupakan alat
bantu yang sangat bermanfaat bagi para siswa dan pendidik dalam proses belajar
mengajar. Dengan adanya media pembelajaran, anak didik akan terbantu untuk
belajar dengan baik, serta terangsang untuk memahami subjek yang tengah diajarkan
dalam bentuk komunikasi penyampaian pesan yang lebih efektif dan efesien.
Sebagai seorang guru
atau pendidik, dituntut untuk menentukan metode yang efektif dan efesien. Oleh
karena itu, sebagai calon guru kita harus dapat memanfaatkan media pembelajaran.
Bahkan kita juga harus dapat menyampaikan materi secara maksimal dengan bantuan
media pembelajaran tersebut. Tapi, guru juga harus kreatif dalam memilih media
yang sesuai materi agar siswa tidak merasa jenuh saat pembelajaran.
Daftar
Pustaka
Arsyad Azhar, MEDIA PEMBELAJARAN,PT
RajaGrafindo Persada, Jakarta,2003
Asnawir, Basyiruddin Usman, MEDIA
PEMBELAJARAN, Ciputat Pers, Jakarta, 2002
Danim Sudarwan, Media Komunikasi
Pendidikan, PT Bumi Aksara, Jakarta,2008
http://aristorahadi.wordpress.com/2008/01/18/mengapa-guru-enggan-menggunakan-media-pembelajaran.
Diakses tanggal 24 Nopember 20014. Pukul 07.00 WIB
http://heptajayawardana.blogspot.com/2013/07/segudang-manfaat-menggunakan-e-book.html.
Diakses tanggal 24 Nopember 20014. Pukul 14.45 WIB
http://www.sentrakantor.com/artikel/kegunaan-papan-tulis-elektronik.html.
Diakses
tanggal 24 Nopember 20014. Pukul 14.45 WIB
[1] http://aristorahadi.wordpress.com/2008/01/18/mengapa-guru-enggan-menggunakan-media-pembelajaran/
[4] Sudarwan Danim, Media
Komunikasi Pendidikan, PT Bumi Aksara, Jakarta,2008,hal.18
[5] Azhar Arsyad,MEDIA
PEMBELAJARAN,PT RajaGrafindo Persada, Jakarta,2003, hal.29-30
[7] Asnawir, Basyiruddin
Usman, MEDIA PEMBELAJARAN, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, hal. 33-72
[8] Azhar Arsyad,MEDIA
PEMBELAJARAN,PT RajaGrafindo Persada, Jakarta,2003, hal.48
[13] Azhar Arsyad,MEDIA PEMBELAJARAN,PT RajaGrafindo Persada, Jakarta,2003,
hal. 25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar