KARAKTERISTIK/CIRI
CIRI BEBERAPA JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
I.
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan
dalam rangka melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, agar dapat
membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan
pendidikan pada hakekatnya ingin merubah perilaku, intelektual dan moral maupun
sosial agar bisa mandiri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam mencapai tujuan
pendidikan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur
oleh guru melalui proses pembelajaran.
Media terlebih dahulu telah dikenal sebagai
alat bantu dalam pembelajaran yang seharusnya bisa di manfaatkan oleh
guru/pengajar, namun sering kali terabaikan. Tidak di manfaatkannya media dalam
proses pembelajaran, pada umumnya di sebabkan oleh berbagai alasan, seperti
sulit mencari media yang tepat, waktu persiapan mengajar terbatas, biaya yang
tidak ada, atau alasan lain. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu muncul apabila
pengetahuan akan ragam media, karakteristik, serta kemampuan masing masing
media di ketahui oleh para pengajar.
Media sebagai alat bantu mengajar, berkembang
sedemikian pesatnya sesuai dengan kemajuan teknologi. Ragam dan jenis mediapun cukup
banyak sehingga dapat di manfaatkan sesuai dengan kondisi, waktu, keuangan,
maupau materi yang akan di sampaikan.
Karakteristik dan kemampuan masing masing
media perlu mendapat perhatian dari para
pengajar sehingga mereka dapat memilih media yang sesuai dengan kondisi
yang dihadapi. Pembelajaran diupayakan mencakup semua variabel pembelajaran
yang dirasa turut mempengaruhi belajar. Tiga variabel pembelajaran yang perlu
di pertimbangkan dalam merancang pembelajaran tersebut adalah variabel kondisi,
variabel metode, dan variabel pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, disini pemakalah akan
memaparkan lebih rinci masalah pengertian, jenis dan karakteristik/ ciri-ciri
media pembelajaran .
II. RUMUSAN
MASALAH
A.
Apa Pengertian Media Pembelajaran?
B.
Apa sajakah karakteristik dari jenis
jenis media pembelajaran?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian media pembelajaran
Secara harfiah, media berarti
perantara atau pengantar. Sadiman mengemukakan bahwa media adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis
komponen dan lingkungannya. Dijelaskan pula oleh Raharjo bahwa media adalah
wadah dari pesan yang oleh sumbernya ingin diteruskan kepada sasaran atau
penerima pesan tersebut. Materi yang diterima adalah pesan intruksional,
sedangkan tujuan yang dicapai adalah tercapainya proses belajar.
Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely
mengatakan, apabila dipahami secara garis besar, maka media adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun suatu kondisi atau membuat siswa mampu
memperolah pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.
Secara lebih khusus, pengertian media dalam
proses mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau
elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
atau verbal.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar
mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai
tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.
Media pembelajaran adalah sarana untuk
meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Mengingat banyaknya bentuk-bentuk
media tesebut, maka guru harus dapat memilihnya denga cermat, sehingga dapat digunakan
dengan tepat.[1]
Dalam kegiatan belajar mengajar, sering pula
pemakaian kata media pembelajaran digantikan dengan istilah-istilah, seperti:
bahan pembelajaran (instructional material), (visual education), alat peraga
dan media penjelas.
B.
Jenis media pembelajaran
Perkembangan media pembelajaran mengikuti arus
perkembangan teknologi. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikro
processor, yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif .[2]
Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, maka media pembelajaran dapat di kelompokan
ke dalam empat kelompok sebagai berikut:
1.
Media hasil teknologi cetak[3]
Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan
atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis, terutama
melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis.
Ciri cirinya:
a.
Teks dibaca secara linear
b.
Teks dan visual ditampilkan statis
c.
Pengembangannya sangat tergantung kepada
prinsip prinsip kebahasaan dan persepsi visual
d.
Baik teks maupun visual keduanya
berorientasi pada siswa
e.
Informasi dapat diatur atau ditata
ulang oleh pemakai
2.
Media hasil teknologi Audio Visual
Teknologi audio visual merupakan cara
menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis
dan elektronik, untuk menyajikan pesan-pesan audio visual.
Ciri cirinya:
a.
Bersifat linear
b.
Menyajikan visual yang dinamis
c.
Digunakan dengan cara yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh perancang
d.
Merupakan representasi fisik dari
gagasan real atau gagasan abstrak
e.
Dikembangkan menurut prinsip
psikologis behaviorisme dan kognitif
f.
Umumnya berorientasi pada guru
3.
Media hasil teknologi berbasis komputer
Teknologi berbasis komputer merupakan cara
menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber sumber yang
berbasis mikro-processor. Teknologi berbasis komputer menggunakan layar kaca
untuk menyajikan informasi kepada siswa. Jenis aplikasi teknologi berbasis
komputer dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai computer-assisted instruction
(pengajaran dengan bantuan komputer).
Ciri cirinya:
a.
Dapat digunakan secara acak,
non-sekuensial, atau secara linear
b.
Dapat digunakan berdasarkan
keinginan siswa
c.
Biasanya gagasan disajikan dalam
gaya abstrak denagn kata, simbol dan grafik
d.
Prinsip ilmu kognitif untuk
mengembang media ini
e.
Pembelajaran dapat berorientasi
siswa dan melibatkan interaktivitas siswa yang tinggi
4.
Media hasil teknologi gabungan
Teknologi gabungan adalah cara untuk
menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa
bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Perpaduan jenis teknologi ini
dianggap paling canggih apabila dikendalikan komputer yang memiliki kemampuan
hebat seperti jumlah random access memory yang besar, hardisk yang besar, dan
monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan periperal (alat-alat tambahan
seperti videodisc player, perangkat keras untuk bergabung dalam satu jaringan,
dan system audio).[4]
Ciri cirinya :
a.
Dapat digunakan secara acak,
sekuensial, secara linear
b.
Dapat digunakan sesuai dengan
keinginan siswa
c.
Gagasan sering disajikan secara
realistik dalam konteks pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan
siswa, dan dibawah pengendalian siswa
d.
Prinsip ilmu kognitif dan
konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran `
e.
Pembelajaran ditata dan terpusat
pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pelajaran itu
digunakan
f.
Bahan- bahan pelajaran melibatkan
banyak interaktivitas siswa
g.
Bahan pelajaran memadukan kata dan
visual dari berbagai sumber.
Pengelompokan jenis media dilihat dari segi
perkembangan teknologi. Seels dnan Glasgow membagi kedalam dua kategori luas
yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir.
1)
pilihan media tradisional
a.
visual diam yang diproyeksikan
1.
Proyeksi opaque
2.
Proyeksi overhead Slide
3.
Filmstrips
b.
Visual yang tak diproyeksikan
1.
Gambar, poster.
2.
Foto
3.
Charts, grafik, diagram
4.
Pameran, papan info, papan-bulu
c.
Audio
1.
Rekaman piringan
2.
Pita-kaset, reel, cartridge
d.
Penyajian multimedia
1.
Slide plus suara (tape)
2.
Multi-image[5]
e.
Visual dinamis yang diproyeksikan
1.
Film
2.
Televisi
3.
Video
f.
Cetak
1.
Buku teks
2.
Modul, teks terprogram
3.
Workbook
4.
Majalah ilmiah, berkala
5.
Lembaran lepas (hand-out)
g.
Permainan
1.
Teka-teki
2.
Simulasi
3.
Permainan papan
h.
Realia
1.
Model
2.
Specimen (contoh)
3.
Manipulatif (peta, boneka)
2)
Pilihan media teknologi mutakhir
a.
Media berbasis telekomunikasi
1.
Teleconference
2.
Kuliah jarak jauh
b.
Media berbasis mikroprosesor
1.
Computer-assisted instruction
2.
Permainan komputer
3.
System tutor intelejen
4.
Interaktif
5.
Hypermedia
6.
Compact (video) disc[6]
Karakteristik beberapa jenis media yang lazim
dipakai dalam kegiatan belajar mengajar
khususnya di Indonesia adalah:
1.
Karakteristik media pembelajaran
dua dimensi
Media dua
dimensi adalah sebutan umum untuk alat peraga yang hanya memiliki ukuan panjang
dan lebar yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran dua dimensi
meliputi media grafis, media bentuk papan, dan media cetak yang penampilan
isinya tergolong dua dimensi.[7]
a)
Media grafis
Media grafis
adalah suatu penyajian secara visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis,
gambar-gambar, tulisan-tulisan, atau symbol visual yang lain dengan maksud
untuk mengihktisarkan, menggambarkan, dan merangkum suatu ide, data atau
kejadian. Media grafis termasuk media visual yang secara umum berfungsi untuk
menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai
menyangkut indra penglihatan. Sedangkan media grafis secara khusus berfungsi untuk menarik perhatian,
memperjelas sajian ide, menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan bila
tidak digrafiskan. Ciri- ciri media grafis antara lain media grafis termasuk
media dua dimensi sehingga hanya dapat dilihat dari bagian depannya media, media
grafis termasuk visual diam sehingga hanya dapat diterima melalui indra mata.
Kelebihan
media grafis adalah bentuknya sederhana, ekonomis, bahan mudah diperoleh, dapat
menyampaikan rangkuman, mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, tanpa
memerlukan peralatan khusus dan mudah penempatannya, sedikit memerlukan
informasi tambahan, dapat membandingkan suatu perubahan, dapat divariasi antara
media satu dan yang lainnya. Sedangkan kelemahan media grafis adalah tidak
dapat menjangkau kelompok besar, hanya menekankan indra penglihatan, tidak
menampilkan unsur audio dan motian.
Unsur-unsur media grafis sering disebut
sebagai unsur-unsur visual yang terdiri dari: titik, garis, bidang, bentuk,
ruang, warna, dan tekstur. Adapun jenis-jenis media grafis meliputi: sketsa,
gambar, grafik, bagan, poster, kartun dan karikatur, peta datar, transparansi,
OHP.
b)
Media bentuk papan
Terdiri atas
papan tulis, papan tempel, papan flannel, dan papan magnet. Fungsi papan tulis
adalah untuk menuliskan pokok-pokok keterangan guru dan menuliskan rangkuman
pelajaran dalam bentuk ilustrasi, bagan, atau gambar. Fungsi papan tempel
adalah sebagai tempat untuk menempelkan pesan dan suatu tempat untuk
menyelenggarakan suatu display yang merupakan bagian aktivitas penting suatu
sekolah. Kegunaan papan flannel adalah dapat dipakai untuk jenis pelajaran apa
saja, dapat menerangkan perbandingan atau persamaan secara sistematis, dan
dapat memupuk siswa untuk belajar aktif. Fungsi papan magnet adalah sebagai
papan tulis, serta sebagai papan tempel dan sebagai tempat memproyeksikan film
atau slide.
c)
Media cetak
Secara
historis, istilah media cetak muncul setelah ditemukannya alat pencetak oleh
Johan Gutenberg pada tahun 1456. Kemudian dalam bidang percetakan berkembanglah
produk alat pencetak yang semakin modern dan efektif penggunaannya. Jenis-jenis
media etak yang akan diuraikan meliputi buku pelajaran, surat kabar dan
majalah, ensiklopedi, buku suplemen dan pengajaran berprogram.
2.
Karakteristik media pembelajaran
tiga dimensi
Media tiga
dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual
tiga dimensional. Moedjiono mengatakan bahwa media tiga dimensi memiliki
kelebihan diantaranya memberikan pengalaman secara langsung, menyajikan secara
konkrit, dan menghindari verbalisme. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa
menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang
yang besar, dan perawatannya rumit.[8]
a.
Media audio
Berbeda dengan
media grafis, media Audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang
disampaikan dituangkan kedalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam
kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Adalah media yang berkaitan dengan
indra pendengaran.pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambang
lambang auditif baik verbal (kedalam kata kata/ bahasa tulisan) maupun non
verbal.
Jenis media
yang dapat dikelompokan kedalam media audio meliputi radio, tape recorder,
pita rekaman dan laboratorium bahasa .
b.
Media proyeksi diam
Adalah media
yang menyajikan rangsangan rangsangan visual yang pada media proyeksi
pesan diproyeksikan dengan proyektor
agar dapat dilihat oleh sasaran. Beberapa jenis media proyeksi diam meliputi
film bingkai (slide), film rangkai (film strip), overhead
proyektor, media transparansi, mikrofis, dan film.[9]
Adapun ciri ciri media pembelajaran sebagai
berikut: Gerlach dan Ely mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa
media digunakan dan apa-apa saja yang
dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu melakukannya.
1.
Ciri fiksatif (fixative property)
Menggambarkan kemampuan media merekam,
menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi, suatu peristiwa atau objek. Suatu
peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media, seperti
fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, compact disk dan film.
Objek yang telah diambil gambarnya dengan video dengan mudah dapat diproduksi,
bisa kapan saja diperlukan.
2.
Ciri manipulatif (manipulative
property)
Transformasi suatu kejadian atau objek
dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan
waktu berhari hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit
dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording.
3.
Ciri Distributif (Distributive
property)
Memungkinkan suatu objek atau kejadian
ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan
kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama
mengenai kejadian itu. Distribusi media tidak hanya terbatas pada satu kelas
atau beberapa kelas pada sekolah sekolah didalam suatu wilayah tertentu, tetapi
juga media itu, misalnya rekaman video, file komputer dapat disebar ke seluruh
tempat yang diinginkan kapan saja. Sekali informasi direkam dalam format media,
maka dapat direproduksi seberapa kali dan siap digunakan secara bersamaan
diberbagai tempat atau secara berulang ulang disuatu tempat.[10]
IV.KESIMPULAN
Pengertian media dalam proses mengajar
cenderung di artikan sebagai alat alat grafis, fotografis, atau elektronis
untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Media pembelajaran adalah alat yang dapat
membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna
pesan yang di sampaikan, sehingga dapat
mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.
Media pembelajaran adalah sarana untuk
meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Mengingat banyaknya bentuk
bentuk media tesebut, maka guru harus dapat memilihnya denga cermat, sehingga
dapat di gunakan dengan tepat.
Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut,
maka media pembelajaran dapat di kelompokan ke dalam empat kelompok sebagai
berikut:
a.
Media hasil teknologi Audio Visual
b.
Media hasil teknologi cetak
c.
Media hasil teknologi berbasis
komputer
d.
Media hasil teknologi gabungan
V. PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami susun. Semoga
dapat bermanfaat bagi kita khususnya dan para pembaca pada umumnya. Tentunya
dalam makalah ini banyak ditemukan kekurangan karena keterbatasan pengetahuan
penulis, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar.
Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada). 2003.
Daryanto. Media Pembelajaran.(Bandung:
PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera). 2011.
Kustandi,
Cecep dan Bambang Sutjipto. Media Pembelajaran Manual dan Digital.
(Bogor: Ghalia Indonesia). 2013.
Sadiman Arif. MEDIA PENDIDIKAN Pengertian,
Pengembangan dan Pemanfaatannya. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada). 2011.
[1]
Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto. Media
Pembelajaran Manual dan Digital. (Bogor: Ghalia Indonesia. 2013), hlm. 7-9.
[2]Ibid.,
hlm 29.
[3]
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2003) hlm. 29-34
[4]
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2003) hlm. 29-34
[5]
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2003) hlm. 29-34
[6]
Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2003) hlm. 29
[7]
Daryanto. Media Pembelajaran. (Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani
Sejahtera. 2011) Hlm. 18
[8]
Daryanto. Media Pembelajaran. (Bandung: PT. Sarana Tutorial Nurani
Sejahtera. 2011) Hlm. 18-28
[9] Sadiman Arif. MEDIA PENDIDIKAN Pengertian,
Pengembangan dan Pemanfaatannya. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2011).
Hal 49-82
[10]
Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto. Media
Pembelajaran Manual dan Digital. (Bogor: Ghalia Indonesia. 2013), hlm.12-13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar