Minggu, 21 Juni 2015

biografi M Rikza Chamami



Wakhid Fatkhul I ( 1403036031 )
MPI 2A

Biografi M Rikza Chammami MSi
Pada tanggal 20 maret 1980, lahirlah seorang anak dari pasangan Bapak Chammami Tolchah dan Ibu MUsfiyah Masrurah. Anak itu diberikan nama yang sangat istimewa, yaitu  M Rikza Chammami. Sejak tumbuh menjadi seorang anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD), beliau mempunyai salah-satu  hoby yang jarang dan bahkan tidak disukai teman-temannya, yaitu hoby dalam bidang tulis-menulis. Pada bangku Sekolah Dasar, mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran favorit, dan bahkan guru yang mengajarkan Bahasa Indonesia juga menjadi salahsatu guru terfavorit beliau. Karena pada saat itu beliau sering mendapatkan tugas untuk menulis hal-hal yang dilakukan beliau, sejak dari bangun tidur, mandi dan sampai ke sekolah, dan sesekali juga ada tugas untuk mengarang cerita.
            Seiring berjalannya waktu, M Rikza Chammami tumbuh dan tetap menggemari bidang tulis-menulis. Pada saat beliau duduk di bangku MTs (SMP), beliau  mulai mencoba untuk menulis sedikit demi sedikit, mulai dari puisi dan cerpen yang beliau kirim ke majalah-majalah yang ada di sekolahnya. Tanpa disadari karya-karya yang dibuat beliau telah dimuat di majalah-majalah sekolah tersebut, dan berangkat dari situlah beliau termotivasi untuk menjadi penulis dan selalu berkarya dalam dunia tulis-menulis. 
                        Hari-hari berlalu dengan motivasi untuk menjadi seorang yang selalu berkarya dalam bidang tulis-menulis menjadikan beliau bersemangat. Pada saat beliau menginjakkan kaki di bangku Madrasah Aliyah (SMA), beliau memilih bergabung dengan redaksi majalah yang ada di sekolahnya, dimana pada saat itu tulis-menulis adalah hoby yang paling beliau minati selain hoby-hoby yang lainnya seperti pramuka, PKS, saka bhayangkara di polres kudus, maupun kader penegak disiplis KODIM kudus.
            Di redaksi majalah sekolah itulah beliau mulai berkembang menjadi penulis, dan pada saat beliau masih kelas X Madrasah Aliyah, beliau dikirim untuk mengikuti pelatihan jurnalistik yang berada di Madrasah Futuhiyyah Mranggen Demak, dan pada saat itu beliau di ajar oleh Bapak jabir Al-Faruqi, yang sekarang menjadi Matan Ansor Jawa Tengah dan beliau adalah lulusan tarbiyah.
            Mendapatkan pengalaman yang luar biasa pada saat kelas X, karena beliau sering ditugaskan melakukan wawancara kepada para tokoh seperti halnya Gus Dur, Kh Kholil Bisri, Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan lainnya. Pengalaman demi pengalaman beliau dapatkan dari majalah sekolah, karena itulah ketika beliau menaiki kelas XI, pada saat itu beliau diamanahi menjadi pimpinan redaksi majalah sekolah. Itu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang M Rikza Chammami.
            Pada saat beliau menduduki bangku Madrasah Aliyah, beliau juga mengikuti lomba-lomba Karya Tulis Ilmiah yang kemudian beliau menjadi juara. Selain sebelumnya beliau pernah menjuarai lomba-lomba seperti lomba talkin, lomba pidato Bahasa Arab, dan lain-lain. Hobi beliau selain tulis menulis adalah rebana, pramuka, serta kegiatan-kegiatan bhayangkara dan lain sebagainya.
            Sejak beliau masuk keperguruan tinggi, beliau juga mengikuti kegiatan-kegiatan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi, Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT. Dari situlah beliau mulai belajar menulis dan pada semester II tulisan beliau mulai dimuat dikoran Suara Merdeka. Karena karyanya pada saat itu merupakan karya pertama beliau yang dimuat dikoran, beliau terus mengasah kemampuan menulisnya. Kemudian karya beliau juga dimuat dikoran Wawasan, Radar Semarang, dan koran-koran kampus seperti AMANAT dan lain-lain.
Berangkat dari pengalaman-pengalaman itulah, dunia tulis- menulis menjadi hobi beliau selain hobi beliau lainnya seperti meneliti. Termasuk Visi yang beliau pegang adalah “ Lebih baik mati dari pada hidup tidak berkarya “ karena bagi beliau ketika beliau sudah tidak ada maka yang akan berbicara adalah tulisannya. Karena menulis adalah berbicara dengan pena yang dimana orang-orang akan mengenal beliau walaupun belum pernah melihat beliau secara langsung namun ia akan mengenal beliau lewat karya-karyanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar