Wakhid Fatkhul I ( 1403036031 )
MPI 2A
Biografi M Rikza Chammami MSi
Pada tanggal 20
maret 1980, lahirlah seorang anak dari pasangan Bapak Chammami Tolchah dan Ibu
MUsfiyah Masrurah. Anak itu diberikan nama yang sangat istimewa, yaitu M Rikza Chammami. Sejak tumbuh menjadi
seorang anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD), beliau mempunyai
salah-satu hoby yang jarang dan bahkan
tidak disukai teman-temannya, yaitu hoby dalam bidang tulis-menulis. Pada
bangku Sekolah Dasar, mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran
favorit, dan bahkan guru yang mengajarkan Bahasa Indonesia juga menjadi
salahsatu guru terfavorit beliau. Karena pada saat itu beliau sering
mendapatkan tugas untuk menulis hal-hal yang dilakukan beliau, sejak dari
bangun tidur, mandi dan sampai ke sekolah, dan sesekali juga ada tugas untuk
mengarang cerita.
Seiring
berjalannya waktu, M Rikza Chammami tumbuh dan tetap menggemari bidang
tulis-menulis. Pada saat beliau duduk di bangku MTs (SMP), beliau mulai mencoba untuk menulis sedikit demi
sedikit, mulai dari puisi dan cerpen yang beliau kirim ke majalah-majalah yang
ada di sekolahnya. Tanpa disadari karya-karya yang dibuat beliau telah dimuat
di majalah-majalah sekolah tersebut, dan berangkat dari situlah beliau
termotivasi untuk menjadi penulis dan selalu berkarya dalam dunia
tulis-menulis.
Hari-hari berlalu dengan motivasi
untuk menjadi seorang yang selalu berkarya dalam bidang tulis-menulis
menjadikan beliau bersemangat. Pada saat beliau menginjakkan kaki di bangku
Madrasah Aliyah (SMA), beliau memilih bergabung dengan redaksi majalah yang ada
di sekolahnya, dimana pada saat itu tulis-menulis adalah hoby yang paling
beliau minati selain hoby-hoby yang lainnya seperti pramuka, PKS, saka bhayangkara
di polres kudus, maupun kader penegak disiplis KODIM kudus.
Di
redaksi majalah sekolah itulah beliau mulai berkembang menjadi penulis, dan
pada saat beliau masih kelas X Madrasah Aliyah, beliau dikirim untuk mengikuti
pelatihan jurnalistik yang berada di Madrasah Futuhiyyah Mranggen Demak, dan
pada saat itu beliau di ajar oleh Bapak jabir Al-Faruqi, yang sekarang menjadi
Matan Ansor Jawa Tengah dan beliau adalah lulusan tarbiyah.
Mendapatkan
pengalaman yang luar biasa pada saat kelas X, karena beliau sering ditugaskan
melakukan wawancara kepada para tokoh seperti halnya Gus Dur, Kh Kholil Bisri,
Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan lainnya. Pengalaman demi pengalaman beliau
dapatkan dari majalah sekolah, karena itulah ketika beliau menaiki kelas XI,
pada saat itu beliau diamanahi menjadi pimpinan redaksi majalah sekolah. Itu
adalah pengalaman yang sangat berharga bagi seorang M Rikza Chammami.
Pada
saat beliau menduduki bangku Madrasah Aliyah, beliau juga mengikuti lomba-lomba
Karya Tulis Ilmiah yang kemudian beliau menjadi juara. Selain sebelumnya beliau
pernah menjuarai lomba-lomba seperti lomba talkin, lomba pidato Bahasa Arab,
dan lain-lain. Hobi beliau selain tulis menulis adalah rebana, pramuka, serta
kegiatan-kegiatan bhayangkara dan lain sebagainya.
Sejak
beliau masuk keperguruan tinggi, beliau juga mengikuti kegiatan-kegiatan
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi, Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT. Dari
situlah beliau mulai belajar menulis dan pada semester II tulisan beliau mulai
dimuat dikoran Suara Merdeka. Karena karyanya pada saat itu merupakan karya
pertama beliau yang dimuat dikoran, beliau terus mengasah kemampuan menulisnya.
Kemudian karya beliau juga dimuat dikoran Wawasan, Radar Semarang, dan
koran-koran kampus seperti AMANAT dan lain-lain.
Berangkat dari
pengalaman-pengalaman itulah, dunia tulis- menulis menjadi hobi beliau selain
hobi beliau lainnya seperti meneliti. Termasuk Visi yang beliau pegang adalah “
Lebih baik mati dari pada hidup tidak berkarya “ karena bagi beliau ketika
beliau sudah tidak ada maka yang akan berbicara adalah tulisannya. Karena menulis
adalah berbicara dengan pena yang dimana orang-orang akan mengenal beliau
walaupun belum pernah melihat beliau secara langsung namun ia akan mengenal
beliau lewat karya-karyanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar