I.
PENDAHULUAN
Dalam
hidupnya, manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai permasalahan
kehidupan.Dalam masyarakat dengan corak kehidupan yang beraneka ragam, terlebih
lagi dalam tatanan kehidupan berorganisasi yang kompleks, permasalahan selalu
hadir dan menuntut kita untuk mencari akar penyebab timbulnya persoalan. Ketika
berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh akar permasalahan, maka kita akan
meneliti berbagai indikator terkait yang memerlukan penyesuaian dan pemecahan
sehingga permasalahan yang terjad dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam
pola pikir ilmiah kita meggunakan penelitian untuk mencermati berbagai
kecnderungan yang terjadi disekitar kita.Dengan menggunapenelitian, kita
berusaha menyelesaikan satu permaslahan secara logis, penuh perhitungan, ilmiah
dan hasilnya dapat dpertanggung jawabkan.Penelitian adalah istilah indoesia yng
merupakan terjemahan dari kosa kata reseach (bahasa inggris), yang
diindnesiakan dengan riset. Re bermakna kembali, sedangkan search bermakna
mencari. Reseach secara literal berarti mencari kembali. Penelitian ilmiah
banyak membantu semua orang dalam bidang apapun, dan oleh karena itu akan kita
bahas dalam makalah ini apa saja maksud pengertian dan lain-lain tentang
penelitian ilmiah.
II.
RUMUSAN MASALAH
A. Apa
pengertian laporan hasil penelitian?
B. Apa
tujuan laporan penelitian?
C. Ruang
lingkup laporan hasil penelitian?
D. Langkah
penyusunan buku ilmiah?
E. Apa
saja contoh buku ilmiah?
III.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Laporan Hasil Penelitian
Seseorang
yang telah menyelesaikan penelitiannya, ia harus menulis laporan hasil
penelitiannya. Menulis laporan hasil penelitian harus ditulis berdasarkan
kerangka yang sudah baku. Kerangka hasil penelitian terdiri atas Pendahuluan,
Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian, Laporan Penelitian dan pembahasannya,
Kesimpulan dan Saran ditambah dengan Daftar Pustaka serta Lampiran-Lampiran
bukti hasil penelitian.
Menurut
Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang
menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta
yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Dalam hal ini,
laporan penelitian merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja merupakan hal
untuk menuangkan hasil kerja setelah dilaksanakan penelitian serta keadaan dan
kondisi yang terjadi ketika penelitian itu berlangsung dalam bentuk dokumen.
Oleh sebab itu, setiap orang yang melakukan penelitian ilmiah wajib membuat
laporan hasil penelitiannya sesuai dengan sistematika penulisan karya tulis
ilmiah[1]
Asas-asas
dasar penelitian, penelitian harus dilakukan secara sistematis, penelitian
harus menghasilkan pengetahuan yang Valid, Reliable, Objektif, penelitian
didukung data empiris. Valid berhubungan dengan beberapa jauh hasil penelitian
dapata diinterprestasi secara akurat dan seberapa jauh hasilnya dapat
digeneralisasi dan di Implementasikan pada populasi dan situasi yang lain.
Reliable menunjukan seberapa jauh tingkat konsistensi dan replikabilitas dari
metode, kondisi dan hasil penelitian. Objektif, penelitian terbebas dari campur
tangan atau unsure-unsur subjektif, suatu penelitian dikatakan Objektif bila
hasil penelitian dimaknai sama oleh beberapa peneliti.[2]
Jenis
data yang diperoleh dalam penelitian meliputi hal-hal berikut ini, 1. Data
primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari nara sumber atau
responden, 2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen atau
publikasi atau laporan penelitian dari dinas, instansi maupun sumber data
lainnya yang menunjang.[3]
B. Tujuan Laporan Penelitian
Laporan
penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses
penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat
(Jauhari, 2007 : 179). Dalam prosesnya, dilakukan pengumpulan data.Selain itu
tujuan laporan penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam
penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian
baik secara umum maupun secara khusus.Tujuan umum yang ingin dicapai
dideskripsikan secara singkat, sedangkan pada tujuan khusus dideskripsikan
dalam bentuk butir - butir yang spesifik mengacu pada pertanyaan penelitian.
Sugiyono
(2009 : 5) mengatakan bahwa didalam tujuan laporan penelitian harus memiliki
sifat sebagai berikut :
1. Bersifat
Penemuan
Bersifat penemuan berarti data yang
diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru sebelumnya
belum pernah diketahui.
2. Bersifat
Pembuktian
Bersifat pembuktian berarti data yang
diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap
informasi atau pengetahuan tertentu.
3. Bersifat
Pengembangan
Bersifat pengembangan berarti
memperdalam dan memperluas pengetahua yang tehal ada.[4]
C. Ruang
lingkup hasil penelitian
Secara
berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu
pelaksanaan. Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang
dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian,
analisis data dan pengusi hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian,
dan pembahasan.
Gambaran
umum diaerah penelitian berisi uraian mengenai kondisi atau keadaan fisik atau
nonfisik lokasi dan subjek penelitian.Selanjutnya, analisis data dan pengujian
hipotesis merupakan tahapan yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data
yang telah dikumpulkan.Kemudian, pada bagian pembahasan berisi uraian tentang
pembahasan hasil penelitian.[5]
D. Sistematika
Penulisan Laporan Hasil Penelitian.
Pada
dasarnya sistematika penulisan laporan hasil penelitian terbagi dalam tiga
kelompok : (1) bagian depan laporan, (2) bagian inti laporan, (3) metode
penelitian, (4) bagian laporan hasil penelitian dan pembahasan, (5) kesimpulan
dan saran, (6) daftar pustaka, (7) lampiran. Adapun uraian secara rincinya
sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Bab pendahuluan adalah bab yang
mengantarkan isi naskah yaitu bab yang terdiri atas :
A. Latar
Belakang
Menjelaskan tentang
pentingnya permasalahan yang akan diteliti, dilihat dari segi pengajaran dan
pengembangan ilmu, serta kepentingan pembangunan.[6]
Untuk menunjukan ide yang sama ini sering dipergunakan pula istilah lain, di
antaranya : (1) latar belakang masalah, (2) latar belakang pemilihan judul, (3)
latar belakang pemilihan masalah, (4) alas an pemilihan judul, (5) alas an
pemilihan masalah, (6) alasan penelitian. Diantara keenam istilah tersebut,
istilah latar belakang masalah bisa menimbulkan salah pengertian.Istilah
tersebut bisa ditafsirkan “sebab-sebab kenapa masalah timbul.”Padahal yang
dimaksudkan dengan latar belakang tentu saja alasan kenapa meneliti masalah
itu, kenapa memilih topic penelitian itu. Istilah yang menyebutkan kata judul
karena pada umunya yang dipahami adalah “kalimat judul” atau “tittle”
penelitian, seyogyanya dihindari saja. Jadi istilah yang dipakai sebaiknya :
(1) latar belakang penelitian, (2) latar belakang pemilihan masalah, (3) latar
belakang pemilihan topic penelitian, (4) alasan penelitian, (5) alasan
pemilihan masalah, (6) alasan pemilihan topic penelitian. [7]
B. Identifikasi
Masalah
Berisi tentang kajian
terhadap berbagai prmasalahan yang muncul dan perlu dipilah pilih sesuai dengan
maksud, tujuan, dan ruang lingkup penelitian. Langkah paling awal yang harus
dilakukan oleh peneliti, setelah ia memperoleh dan menetukan topic
penelitiannya adalah mengidentifikasikan permasalahan yang hendak dipelajari.[8]
C. Pembatasan
Masalah
Masalah pokok yang
harus diteliti sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
D. Perumusan
Masalah
Permasalahan yang
muncul dan telah dibatasi hendaknya dirumuskan secara jelas dan lugas.
E. Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini
dikemukakan secara ringkas tentang target yang ingin dicapai, baik secara umum
maupun secara khusus.
F. Ruang
Lingkup Penelitian
Secara berurutan bagian
ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan.
2. Tinjauan
Pustaka.
Kajian teori atau kerangka teori berisi
prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan.Prinsip-prinsip teori
itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah kerja.Tarigan (2005:3)
mengemukakan bahwa tinjauan pustaka berisi uraian tentang tinjauan pustaka dan
kajian penelitian terdahulu berkenaan dengan konsep-konsep yang relevan,
kerangka berfikir, dan hipotesis penelitian.
3. Metode
Penelitian.
Penelitian ilmiah harus menggunakan
metode atau teknik penelitian. Metode adalah cara atau strategi atau juga
seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis yang diwajibkan dalam
penelitian, seperti deskriptif, eksperimen, sensus, survey, kepustakaan, dan
penelitian tindakan kelas (PTK).
Bab ini berisi tentang metode
penelitian, variable penelitian, populasi, sempel, teknik sampling, teknik
pengumpulan, dan instrument penelitian, serta teknik analisis data.
4. Laporan
Penelitian dan Pembahasan.
Bagian ini merupakan bab yang terpenting
dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum
daerah penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis atau jawaban
penelitian, dan pembahasan.
Gambaran umum daerah penelitian berisi
uraian mengenai kondisi atau keadaan fisik atau nonfisik lokasi dan subjek
penelitian.Selanjutnya, analisis data dan pengujian Hipotesis merupakan tahapan
yang dilakukan peneliti yang dalam menganalisis data yang telah
dikumpulkan.Kemudian, pada bagian pembahasan berisi uraian tentang pembahasan
hasil penelitian.
5. Kesimpulan
dan Saran.
Kesimpulan yang dimaksud adalah gambaran
umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan.
Kesimpulan ini diperoleh dari uraian analisis interpretasi dan deskripsi yang
tertera pada bab analisis.
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap
kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal
penelitian ilmiah, atau bahkan sudah menyelesaikan penelitian. Berbagai alas an
klise karena kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi
kambing hitam atas ketidak berdayaan kita menyelesaikan hasil laporan
penelitian. Walhasil setelah berbulan bulan penelitian ilmiah dilaksanakan
hasilnya belum juga selesai.Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan
materi perkuliahannya masih terkatung-katung akibat dari ketidak mampuan dalam
menyusun laporan hasil penelitiannya.
6. Daftra
Pustaka.
Daftar pustaka atau daftar rujukan
merupakan bagian wajib yang harus dicantumkan dalam laporan penelitian. Secara
umum daftar rujukan disusun dengan urutan :
a. Nama
Penulis
b. Tahun
Penerbit
c. Judul
Buku (diketik miring)
d. Nama
Kota tempat buku diterbitkan
e. Nama
Penerbit
7. Lampiran
Lampiran berisi tentang
keterangan-keterangan data primer yang dianggap penting untuk membuktikan
kebenaran laporan (Arifin dan Tansai, 2006 : 70). Bagian akhir isi laporan mencamtumkan
lampiran yang berisi dokumen pendukung yang digunakan sebagai pelengkap selama
mengadakan penelitian dan memproses hasil temuan. Lampiran ini berisi :
a. Instrumen
yang digunakan.
b. Hasil
analisis instrument meliputi :
1) Bukti
hitungan tingkat kesulitan butir soal.
2) Analisis
validitas.
3) Analisis
reliabilitas.
c. Data
mentah hasil pengolahan data.
d. Tabel-tabel
perhitungan data mentah.
e. Hitungan
statistic atau hitungan matematika hasil analisis.
f. Data
pendukung.
g. Surat-surat
keterangan data pendukung.
h. Data
yang terkait dan digunakan dalam penyusunan laporan.
Pada dasarnya lampiran itu adalah
pelengkap data penelitian.Lampiran dapat juga disebut sebagai data pendukung
suatu tulisan ilmiah.Oleh sebab itu, semua data (baik data mentah maupun data
hasil analisis, dan data-data lainnya) yang terkait dengan penelitian (termasuk
di dalamnya surat-surat penting untuk penelitian) harus dilampirkan.[9]
E. Contoh
buku ilmiah.
Penelitian
yang berjudul “Perbandingan keberhasilan siaran pedesaan pada masyarakat
pedesaan yang memiliki kelompok pendengar dengan yang tidak memilikinya di
Yogyakarta” (Tesis sarjana Tatang M Amirin, 1976) :
Radio
sebagai media komunikasi masa semakin besar fungsinya bagi proses pendidikan
(terutama pendidikan yang ditujukan kepada masyarakat atau “pendidikan
social”). Hal ini mengingat kenyataan bahwa bagi pemberian stimulus (Pendidikan
pada hakikatnya stimulus) terhadap masyarakat luas, radio dapat mengatasi
hambatan geografik dan waktu yang terdapat pada komunikasi langsung.
Lebih-lebih pada saat ini radio semakin banyak tersebar pada daerah pedesaan,
sehingga kemungkinan tebesarnya ide-ide lewat radio kemasyarakat pedesaan
(sebagai sasaran atau subjek pembangunan saat ini) akan semakin besar pula.
Akan
tetapi radio sendiri masih memiliki kelemahan untuk dimanfaatkan sebagai media
pendidikan, yakni :
1. Radio
sering berfungsi sebagai “symbol status”, untuk mempertinggi gengsi (kekayaan
misalnya), sehingga bukan mustahil acara dari radio itu yang diperhatikan,
melainkan sekedar “mengumumkan” bahwa punya radio.
2. Radio
terutama masih berfungsu sebagai alat untuk menambah pengetahuan, sehingga
acara-acara penerangan, berita, dan sebagainya sering tidak diperhatikan.
3. Radio
mempunyai sifat “kesan pesannya mudah lenyap”. Hal ini dikarenakan
ketidakjelasan informasi dari radio (karena tidak memperhatikan serius
misalnya) tidak bisa diulangi lagi, dan sebagainya.
Untuk
mengatasi beberapa kekuranga tersebut sehingga pesan bisa sampai, maka dewan
Pembina siaran pedesaan dengan berbagai cara (sugesti, rangsangan, dan
sebagainya) mengusahakan adanya organisasi formal yang disebut kelompok
pendengar dengan semboyan tindakannya “dengar, diskusi, gerak atau praktek”
itu. Dengan Komplen diharapkan program siaran pedesaan dapat sampai pada
masyarakat pedesaan secara lebih efektif, karena antara lain dengan adanya
kegiatan diskusi, serta komunikasi dengan penyelengggara, ketidak jelasan
penangkapan siaran pedesaan atau jika kebetulan tidak mengikutinya dapat saling
isi antara sesame kawan diskusi tersebut, atau ditanyakan lagi pada
penyelenggara. Selain itu mereka yang tidak menjadi anggotapun dapat mengetahui
isi siaran pedesaan itu karena adanya contoh praktek dari anggota komplen atau
sempat diobroli atau diberitahu anggota klompen hal hal yang dianjurkan oleh
siaran pedesaan dengan demikian maka anjuran siaran pedesaan itu menyebar luas
kepada masyarakat secara keseluruhan.
Berdasarkan
hal-hal yang dikemukakan diatas, maka dipandang perlu adanya penelitian tentang
fungsi radio bagi masyarakat pedesaan, berapa besar perhatian mereka terhadap
program-program penerangan pendidikan (khususnya siaran pedesaan), dan
bagaimana kelomok pendengar kenyataan peranannya sebagai penunjang siaran
pedesaan tersebut.[10]
F. KESIMPULAN
Menurut
Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang
menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk
fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Laporan
penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses
penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat.
Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu
pelaksanaan. Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang
dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian,
analisis data dan pengusi hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian,
dan pembahasan.
Sistematika
penulisan laporan antara lain pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian,
laporan penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftra pustaka, dan
lampiran. Sedangkan contoh buku penelitian ilmiah seperti yang tertera pada
judul “Perbandingan keberhasilan siaran pedesaan pada masyarakat pedesaan yang
memiliki kelompok pendengar dengan yang tidak memilikinya di Yogyakarta”
diatas.
G. PENUTUP
Alhamdulilah
hirabbil alamin, demikian makalah yang dapat kami buat, kami menyadari bahwa
makalah yang diapaprkan ini masih jauh dari kata sempurna kami sangat membuka
banyak kritik serta saran dari pembaca sekalian, demi kemajuan dan kesempurnaan
penyusunan makalah makalah kami selanjutnya, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya kami selaku pemakalah megucpkan
banyak terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Dalman,
Keterampilan Menulis, Jakarta : Rajawali Pers, 2014
Amrin,
Tatang, Menyusun Rencana Penelitian, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
1995
Azwar,
Saefudin, Metode Penelitian, Yogyakarta : PT Pustaka pelajar, 1998
Darmawan,
Deni, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung : PT Remaja Pusdakarya, 2013
Yuniarto,
Jendro, Teori Penelitian Sastra, Yogyakarta : PT Pustaka Pelajar, 2014
[1]
Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm
214.
[2]
Jendro Yuniarto, Teori penelitian sastra, (Yogyakarta : PT Pustaka Pelajar,
2014), hlm 3-4.
[3]
Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya,
2013), hlm 13.
[4]
Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm
214 – 244.
[5]
Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm
246.
[6]
Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm
245.
[7]Tatang
M. Amirin, Menyusun Rencana Penelitian, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,
1986), hlm 53.
[8]
Saefudin Azwar, Metode penelitian, (Yogyakarta : PT Pustaka pelajar, 1998), hlm
28.
[9]
Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm
244-248.
[10]
Tatang M. Amirin, Menyusun Rencana Penelitian, (Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada, 1986), hlm 57-58.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar