Selasa, 15 September 2015

Pengertian Laporan Hasil Penelitian



I.                   PENDAHULUAN
Dalam hidupnya, manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai permasalahan kehidupan.Dalam masyarakat dengan corak kehidupan yang beraneka ragam, terlebih lagi dalam tatanan kehidupan berorganisasi yang kompleks, permasalahan selalu hadir dan menuntut kita untuk mencari akar penyebab timbulnya persoalan. Ketika berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh akar permasalahan, maka kita akan meneliti berbagai indikator terkait yang memerlukan penyesuaian dan pemecahan sehingga permasalahan yang terjad dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam pola pikir ilmiah kita meggunakan penelitian untuk mencermati berbagai kecnderungan yang terjadi disekitar kita.Dengan menggunapenelitian, kita berusaha menyelesaikan satu permaslahan secara logis, penuh perhitungan, ilmiah dan hasilnya dapat dpertanggung jawabkan.Penelitian adalah istilah indoesia yng merupakan terjemahan dari kosa kata reseach (bahasa inggris), yang diindnesiakan dengan riset. Re bermakna kembali, sedangkan search bermakna mencari. Reseach secara literal berarti mencari kembali. Penelitian ilmiah banyak membantu semua orang dalam bidang apapun, dan oleh karena itu akan kita bahas dalam makalah ini apa saja maksud pengertian dan lain-lain tentang penelitian ilmiah.




II.                RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian laporan hasil penelitian?
B.     Apa tujuan laporan penelitian?
C.     Ruang lingkup laporan hasil penelitian?
D.    Langkah penyusunan buku ilmiah?
E.     Apa saja contoh buku ilmiah?
III.             PEMBAHASAN

A.    Pengertian Laporan Hasil Penelitian
Seseorang yang telah menyelesaikan penelitiannya, ia harus menulis laporan hasil penelitiannya. Menulis laporan hasil penelitian harus ditulis berdasarkan kerangka yang sudah baku. Kerangka hasil penelitian terdiri atas Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian, Laporan Penelitian dan pembahasannya, Kesimpulan dan Saran ditambah dengan Daftar Pustaka serta Lampiran-Lampiran bukti hasil penelitian.
Menurut Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Dalam hal ini, laporan penelitian merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja setelah dilaksanakan penelitian serta keadaan dan kondisi yang terjadi ketika penelitian itu berlangsung dalam bentuk dokumen. Oleh sebab itu, setiap orang yang melakukan penelitian ilmiah wajib membuat laporan hasil penelitiannya sesuai dengan sistematika penulisan karya tulis ilmiah[1]
Asas-asas dasar penelitian, penelitian harus dilakukan secara sistematis, penelitian harus menghasilkan pengetahuan yang Valid, Reliable, Objektif, penelitian didukung data empiris. Valid berhubungan dengan beberapa jauh hasil penelitian dapata diinterprestasi secara akurat dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasi dan di Implementasikan pada populasi dan situasi yang lain. Reliable menunjukan seberapa jauh tingkat konsistensi dan replikabilitas dari metode, kondisi dan hasil penelitian. Objektif, penelitian terbebas dari campur tangan atau unsure-unsur subjektif, suatu penelitian dikatakan Objektif bila hasil penelitian dimaknai sama oleh beberapa peneliti.[2]
Jenis data yang diperoleh dalam penelitian meliputi hal-hal berikut ini, 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari nara sumber atau responden, 2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen atau publikasi atau laporan penelitian dari dinas, instansi maupun sumber data lainnya yang menunjang.[3]
B.      Tujuan Laporan Penelitian
Laporan penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat (Jauhari, 2007 : 179). Dalam prosesnya, dilakukan pengumpulan data.Selain itu tujuan laporan penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian adalah mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian baik secara umum maupun secara khusus.Tujuan umum yang ingin dicapai dideskripsikan secara singkat, sedangkan pada tujuan khusus dideskripsikan dalam bentuk butir - butir yang spesifik mengacu pada pertanyaan penelitian.
Sugiyono (2009 : 5) mengatakan bahwa didalam tujuan laporan penelitian harus memiliki sifat sebagai berikut :
1.      Bersifat Penemuan
Bersifat penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru sebelumnya belum pernah diketahui.
2.      Bersifat Pembuktian
Bersifat pembuktian berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
3.      Bersifat Pengembangan
Bersifat pengembangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahua yang tehal ada.[4]
C.     Ruang lingkup hasil penelitian
Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan. Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian, analisis data dan pengusi hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian, dan pembahasan.
Gambaran umum diaerah penelitian berisi uraian mengenai kondisi atau keadaan fisik atau nonfisik lokasi dan subjek penelitian.Selanjutnya, analisis data dan pengujian hipotesis merupakan tahapan yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan.Kemudian, pada bagian pembahasan berisi uraian tentang pembahasan hasil penelitian.[5]
D.    Sistematika Penulisan Laporan Hasil Penelitian.
Pada dasarnya sistematika penulisan laporan hasil penelitian terbagi dalam tiga kelompok : (1) bagian depan laporan, (2) bagian inti laporan, (3) metode penelitian, (4) bagian laporan hasil penelitian dan pembahasan, (5) kesimpulan dan saran, (6) daftar pustaka, (7) lampiran. Adapun uraian secara rincinya sebagai berikut :
1.      Pendahuluan
Bab pendahuluan adalah bab yang mengantarkan isi naskah yaitu bab yang terdiri atas :


A.    Latar Belakang
Menjelaskan tentang pentingnya permasalahan yang akan diteliti, dilihat dari segi pengajaran dan pengembangan ilmu, serta kepentingan pembangunan.[6] Untuk menunjukan ide yang sama ini sering dipergunakan pula istilah lain, di antaranya : (1) latar belakang masalah, (2) latar belakang pemilihan judul, (3) latar belakang pemilihan masalah, (4) alas an pemilihan judul, (5) alas an pemilihan masalah, (6) alasan penelitian. Diantara keenam istilah tersebut, istilah latar belakang masalah bisa menimbulkan salah pengertian.Istilah tersebut bisa ditafsirkan “sebab-sebab kenapa masalah timbul.”Padahal yang dimaksudkan dengan latar belakang tentu saja alasan kenapa meneliti masalah itu, kenapa memilih topic penelitian itu. Istilah yang menyebutkan kata judul karena pada umunya yang dipahami adalah “kalimat judul” atau “tittle” penelitian, seyogyanya dihindari saja. Jadi istilah yang dipakai sebaiknya : (1) latar belakang penelitian, (2) latar belakang pemilihan masalah, (3) latar belakang pemilihan topic penelitian, (4) alasan penelitian, (5) alasan pemilihan masalah, (6) alasan pemilihan topic penelitian. [7]
B.     Identifikasi Masalah
Berisi tentang kajian terhadap berbagai prmasalahan yang muncul dan perlu dipilah pilih sesuai dengan maksud, tujuan, dan ruang lingkup penelitian. Langkah paling awal yang harus dilakukan oleh peneliti, setelah ia memperoleh dan menetukan topic penelitiannya adalah mengidentifikasikan permasalahan yang hendak dipelajari.[8]
C.     Pembatasan Masalah
Masalah pokok yang harus diteliti sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
D.    Perumusan Masalah
Permasalahan yang muncul dan telah dibatasi hendaknya dirumuskan secara jelas dan lugas.
E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan secara ringkas tentang target yang ingin dicapai, baik secara umum maupun secara khusus.
F.      Ruang Lingkup Penelitian
Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan.
2.      Tinjauan Pustaka.
Kajian teori atau kerangka teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan.Prinsip-prinsip teori itu berguna untuk membantu gambaran langkah dan arah kerja.Tarigan (2005:3) mengemukakan bahwa tinjauan pustaka berisi uraian tentang tinjauan pustaka dan kajian penelitian terdahulu berkenaan dengan konsep-konsep yang relevan, kerangka berfikir, dan hipotesis penelitian.
3.      Metode Penelitian.
Penelitian ilmiah harus menggunakan metode atau teknik penelitian. Metode adalah cara atau strategi atau juga seperangkat langkah yang tersusun secara sistematis yang diwajibkan dalam penelitian, seperti deskriptif, eksperimen, sensus, survey, kepustakaan, dan penelitian tindakan kelas (PTK).
Bab ini berisi tentang metode penelitian, variable penelitian, populasi, sempel, teknik sampling, teknik pengumpulan, dan instrument penelitian, serta teknik analisis data.
4.      Laporan Penelitian dan Pembahasan.
Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis atau jawaban penelitian, dan pembahasan.
Gambaran umum daerah penelitian berisi uraian mengenai kondisi atau keadaan fisik atau nonfisik lokasi dan subjek penelitian.Selanjutnya, analisis data dan pengujian Hipotesis merupakan tahapan yang dilakukan peneliti yang dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan.Kemudian, pada bagian pembahasan berisi uraian tentang pembahasan hasil penelitian.
5.      Kesimpulan dan Saran.
Kesimpulan yang dimaksud adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Kesimpulan ini diperoleh dari uraian analisis interpretasi dan deskripsi yang tertera pada bab analisis.
Menulis laporan penelitian karya ilmiah acap kali menjadi masalah bagi seseorang yang sudah menyelesaikan proposal penelitian ilmiah, atau bahkan sudah menyelesaikan penelitian. Berbagai alas an klise karena kesibukan, sedikitnya waktu, tidak adanya biaya sering menjadi kambing hitam atas ketidak berdayaan kita menyelesaikan hasil laporan penelitian. Walhasil setelah berbulan bulan penelitian ilmiah dilaksanakan hasilnya belum juga selesai.Banyak kasus, mahasiswa yang sudah menyelesaikan materi perkuliahannya masih terkatung-katung akibat dari ketidak mampuan dalam menyusun laporan hasil penelitiannya.
6.      Daftra Pustaka.
Daftar pustaka atau daftar rujukan merupakan bagian wajib yang harus dicantumkan dalam laporan penelitian. Secara umum daftar rujukan disusun dengan urutan :
a.       Nama Penulis
b.      Tahun Penerbit
c.       Judul Buku (diketik miring)
d.      Nama Kota tempat buku diterbitkan
e.       Nama Penerbit
7.      Lampiran
Lampiran berisi tentang keterangan-keterangan data primer yang dianggap penting untuk membuktikan kebenaran laporan (Arifin dan Tansai, 2006 : 70). Bagian akhir isi laporan mencamtumkan lampiran yang berisi dokumen pendukung yang digunakan sebagai pelengkap selama mengadakan penelitian dan memproses hasil temuan. Lampiran ini berisi :
a.       Instrumen yang digunakan.
b.      Hasil analisis instrument meliputi :
1)      Bukti hitungan tingkat kesulitan butir soal.
2)      Analisis validitas.
3)      Analisis reliabilitas.
c.       Data mentah hasil pengolahan data.
d.      Tabel-tabel perhitungan data mentah.
e.       Hitungan statistic atau hitungan matematika hasil analisis.
f.       Data pendukung.
g.      Surat-surat keterangan data pendukung.
h.      Data yang terkait dan digunakan dalam penyusunan laporan.
Pada dasarnya lampiran itu adalah pelengkap data penelitian.Lampiran dapat juga disebut sebagai data pendukung suatu tulisan ilmiah.Oleh sebab itu, semua data (baik data mentah maupun data hasil analisis, dan data-data lainnya) yang terkait dengan penelitian (termasuk di dalamnya surat-surat penting untuk penelitian) harus dilampirkan.[9]
E.     Contoh buku ilmiah.
Penelitian yang berjudul “Perbandingan keberhasilan siaran pedesaan pada masyarakat pedesaan yang memiliki kelompok pendengar dengan yang tidak memilikinya di Yogyakarta” (Tesis sarjana Tatang M Amirin, 1976) :
Radio sebagai media komunikasi masa semakin besar fungsinya bagi proses pendidikan (terutama pendidikan yang ditujukan kepada masyarakat atau “pendidikan social”). Hal ini mengingat kenyataan bahwa bagi pemberian stimulus (Pendidikan pada hakikatnya stimulus) terhadap masyarakat luas, radio dapat mengatasi hambatan geografik dan waktu yang terdapat pada komunikasi langsung. Lebih-lebih pada saat ini radio semakin banyak tersebar pada daerah pedesaan, sehingga kemungkinan tebesarnya ide-ide lewat radio kemasyarakat pedesaan (sebagai sasaran atau subjek pembangunan saat ini) akan semakin besar pula.
Akan tetapi radio sendiri masih memiliki kelemahan untuk dimanfaatkan sebagai media pendidikan, yakni :
1.      Radio sering berfungsi sebagai “symbol status”, untuk mempertinggi gengsi (kekayaan misalnya), sehingga bukan mustahil acara dari radio itu yang diperhatikan, melainkan sekedar “mengumumkan” bahwa punya radio.
2.      Radio terutama masih berfungsu sebagai alat untuk menambah pengetahuan, sehingga acara-acara penerangan, berita, dan sebagainya sering tidak diperhatikan.
3.      Radio mempunyai sifat “kesan pesannya mudah lenyap”. Hal ini dikarenakan ketidakjelasan informasi dari radio (karena tidak memperhatikan serius misalnya) tidak bisa diulangi lagi, dan sebagainya.
Untuk mengatasi beberapa kekuranga tersebut sehingga pesan bisa sampai, maka dewan Pembina siaran pedesaan dengan berbagai cara (sugesti, rangsangan, dan sebagainya) mengusahakan adanya organisasi formal yang disebut kelompok pendengar dengan semboyan tindakannya “dengar, diskusi, gerak atau praktek” itu. Dengan Komplen diharapkan program siaran pedesaan dapat sampai pada masyarakat pedesaan secara lebih efektif, karena antara lain dengan adanya kegiatan diskusi, serta komunikasi dengan penyelengggara, ketidak jelasan penangkapan siaran pedesaan atau jika kebetulan tidak mengikutinya dapat saling isi antara sesame kawan diskusi tersebut, atau ditanyakan lagi pada penyelenggara. Selain itu mereka yang tidak menjadi anggotapun dapat mengetahui isi siaran pedesaan itu karena adanya contoh praktek dari anggota komplen atau sempat diobroli atau diberitahu anggota klompen hal hal yang dianjurkan oleh siaran pedesaan dengan demikian maka anjuran siaran pedesaan itu menyebar luas kepada masyarakat secara keseluruhan.
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan diatas, maka dipandang perlu adanya penelitian tentang fungsi radio bagi masyarakat pedesaan, berapa besar perhatian mereka terhadap program-program penerangan pendidikan (khususnya siaran pedesaan), dan bagaimana kelomok pendengar kenyataan peranannya sebagai penunjang siaran pedesaan tersebut.[10]

F.      KESIMPULAN
Menurut Keraf (2006:284), laporan penelitian adalah suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Laporan penelitian bertujuan untuk memberitahukan kegiatan penelitian mulai dari proses penelitian yang digunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapat. Secara berurutan bagian ini berisi tentang objek, subjek, lokasi, serta waktu pelaksanaan. Bagian ini merupakan bab yang terpenting dari penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi uraian tentang gambaran umum daerah penelitian, analisis data dan pengusi hipotesis atau jawaban atas pertanyaan penelitian, dan pembahasan.
Sistematika penulisan laporan antara lain pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, laporan penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftra pustaka, dan lampiran. Sedangkan contoh buku penelitian ilmiah seperti yang tertera pada judul “Perbandingan keberhasilan siaran pedesaan pada masyarakat pedesaan yang memiliki kelompok pendengar dengan yang tidak memilikinya di Yogyakarta” diatas.

G.    PENUTUP
Alhamdulilah hirabbil alamin, demikian makalah yang dapat kami buat, kami menyadari bahwa makalah yang diapaprkan ini masih jauh dari kata sempurna kami sangat membuka banyak kritik serta saran dari pembaca sekalian, demi kemajuan dan kesempurnaan penyusunan makalah makalah kami selanjutnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya kami selaku pemakalah megucpkan banyak terima kasih.













DAFTAR PUSTAKA
Dalman, Keterampilan Menulis, Jakarta : Rajawali Pers, 2014
Amrin, Tatang, Menyusun Rencana Penelitian, Jakarta : PT Raja Grafindo                                        Persada 1995
Azwar, Saefudin, Metode Penelitian, Yogyakarta : PT Pustaka pelajar, 1998
Darmawan, Deni, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung : PT Remaja Pusdakarya, 2013
Yuniarto, Jendro, Teori Penelitian Sastra, Yogyakarta : PT Pustaka Pelajar, 2014







[1] Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm 214.
[2] Jendro Yuniarto, Teori penelitian sastra, (Yogyakarta : PT Pustaka Pelajar, 2014), hlm 3-4.
[3] Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2013), hlm 13.
[4] Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm 214 – 244.
[5] Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm 246.
[6] Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm 245.
[7]Tatang M. Amirin, Menyusun Rencana Penelitian, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1986), hlm 53.
[8] Saefudin Azwar, Metode penelitian, (Yogyakarta : PT Pustaka pelajar, 1998), hlm 28.
[9] Dalman, Ketrampilan Menulis, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm 244-248.
[10] Tatang M. Amirin, Menyusun Rencana Penelitian, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1986), hlm 57-58.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar